Penyebaran Covid-19 di Belu Meluas, Pemkab Terapkan WFH

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemda Belu mengambil sejumlah langkah strategis terkait penyebaran Covid-19 yang meluas di wilayah Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Salah satu langkah yang diambil yakni dengan menerapkan Work from Home (WFH) bagi ASN dilingkup Pemda Belu sebesar 50 persen.

Demikian Kepala BKPSDMD Belu, Anton Suri kepada media ini, Rabu (13/1/2021).

Dijelaskan bahwa, terhitung hari ini, Pemda Belu menerapkan WFH bagi ASN. WFH diterapkan bagi ASN sebesar 50 persen pada setiap OPD di lingkup Pemkab Belu.

“Jadi 50 persen ASN setiap OPD jalani WFH secara bergantian,” terang Suri.

Dikatakan bahwa, wwilayah Belu masih terkategori sedang dalam penyebaran Covid-19. Oleh karena itu WFH yang diterapkan hanya 50 persen.

“Contohnya, kalau di satu OPD ada 50 ASN maka yang masuk kantor hanya 25 orang setiap hari bergantian. Sedangkan 25 lainnya bekerja di ruma,” ungkap Suri.

Terkait hal itu, diminta kepada pimpinan OPD untuk memberikan tugas serta kepada ASN yang menjalankan WFH. Saat WFH, ASN wajib mengenakan pakaian Dinas.


“Apabila ASN yang WFH yang bepergian ke pasar, toko atau lainnya, maka dinyatakan alpa,” tegas dia.

Lanjut Mantan Kadishub Belu itu, penerapan WFH ini akan terus dipantau. Jika Covid-29 terus mengalami eskalasi, maka akan ditingkatkan persentase WFH. Jika berkurang, maka perlahan persentase WFH kurangi bahkan dicabut.

Suri menuturkan, tujuan WFH ini demi mengurangi risiko serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dilingkungan kantor maupun ASN itu sendiri.

“ASN menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab sekama WFH. Setiap ASN akan dievaluasi kinerjanya,” tandas Suri.