Copa NTT, Gol Didimus Efendi Bulu Membawa Ikalsabda Ke 8 Besar
Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Bertanding di depan pendukung Ngadamania, Pendekar Yawila – sebutan PS Ikalsabda tampil menyerang. Pada menit awal babak pertama kedua tim saling melancarkan serangan silih berganti. Sayang, akurasi sepakan penyerang dari kedua tim masih tidak menemui sasaran. Kedua tim memperagakan determinasi yang tinggi dengan sekali-kali benturan tak dapat dihindari.
Tampil menyerang, PSN B malah kebobolan pada menit ke-6. Memanfaatkan kemelut di depan gawang PSN B, sepakan Dedy penyerang Ikalsabda dapat menggetarkan gawang PSN Ngada B. Gol ini langsung menghentak pemain PSN B sehingga tekanan bertubi-tubi dilancarkan anak Meju Ngada dan membuahkan hasil pada menit ke 27, penyerang Ngada B Charles Lodja berhasil memanfaatkan bola muntah tembakan Alexis, kedudukan imbang 1-1 hingga turun minum.
Usai turun minum tensi permainan tetap tinggi dengan pressing dan tackling yang dilakukan ke dua tim sehingga memaksa wasit bekerja ekstra keras. PSN Ngada B lebih mendominasi permainan dan Ikalsabda sekali-kali melakukan past break dengan target man pemain dengan nomor punggung 14.
Menit ke-68, aksi individu pemain nomor punggung 14 Dedy membuat lini pertahanan PS Ngada B kocar-kacir. Memanfaatkan kesalahan pemain belakang Ngada, dia melepaskan sontekan ke sudut kanan penjaga gawang Ngada B, bola menggelinding dan tak bisa ditepis kiper Ngada B Thomy Redo, Skor 2-1 untuk tim Ikalsabda bertahan hingga babak kedua berakhir.
Baca juga : Nagekeo, Tunggu Kami di GOR Ciracas

Ngada B mencoba mencari gol kedua. Aleksis melepaskan tembakan berkali-kali namun dapat diantisipasi oleh penjaga gawang Ikalsabda yang bermain cemerlang. Tak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan ini membuat Ngada B tersingkir dari Copa NTT dan Ikalsabda melenggang ke babak 8 besar.
Kota Kupang Bungkam Persena
Tampil di laga perdana anak-anak Kota Kupang tampil percaya diri, bermain dengan disiplin dengan man to man marking yang ketat, sehingga membuat pasukan berjuluk Pama Talo Nagekeo frustrasi. Selama 2 x 45 menit Persena mengurung lawannya. Sebelum laga dilangsungkan, Kota Kupang secara prestasi masih kalah dibandingkan Nagekeo yang diunggulkan menang atas Kota Kupang.
“Kota Kupang secara spesifik bermain dengan mengandalkan serangan balik” Michael Kapitan mengiyakan bahwa Kota Kupang memainkan sepakbola khas italia, catenaccio. Berbekal pertahanan yang kuat, dominasi Persena menjadi sia-sia saja. Tidak saja menjadikan Persena tumpul, Kota Kupang menjadi tim yang sangat efektf.
Dua buah gol Kota Kupang pada menit ke 23 oleh Karnadi dan menit ke 81 oleh Gusto adalah pertunjukan efektif strategi Catenaccio yang diterapkan Michael Kapitan. Dengan permainan dikuasai Persena, Kota Kupang masih mampu melepaskan tembakan ke arah gawang Persena.
Dari hasil pertandingan di laga putaran ke dua terlihat dua kesebelasan dari Flores tak berdaya, bahkan beberapa penggemar bola NTT memprediksi salah satu tim unggulan yang bisa menembus partai puncak adalah Ikalsabda-Sumba Barat Daya. Kemenangan Ikalsabda kemarin sedikit ternoda, anak-anak Ngada dan pendukung fanatiknya tidak menerima kenyataan, sehingga melampiaskan kekecewaan mereka kepada wasit.
Dari kejadian kemarin, Komisi Wasit dan Komisi Pertandingan telah melakukan rapat evaluasi untuk menambah keamanan di pintu masuk menuju lapangan sehingga yang tidak berkepentingan tidak masuk kedalam area pertandingan. “ sudah ada penawaran sukarela dari para senior dan adik-adik yang mau terlibat mengamankan pertandingan selanjutnya” papar Roy Watu dan Lourens Ferandez dari Komisi Pertandingan.

