DPRD NTT Minta SMKN I Amarasi Barat Jadi Prioritas Penanganan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta agar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I (SMKN 1) Amarasi Barat dijadiakan prioritas penanganan agar 90 orang siswa di sekolah tersebut dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan normal.

Permintaan ini disampaikan anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo menyampaikan kepada wartawan di Kupang, Rabu (2/8/2018).

Pada Rabu (26/7/2017), bangunan darurat SMKN 1 Amarasi Barat yang terletak di Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT itu, porak- poranda diterpa angin kencang. Sekolah ini merupakan sekolah yang dibangun dengan dana partisipasi masyarakat setempat.

Menurut Winston, Komisi V DPRD NTT yang diwakili oleh dirinya bersama Anwar Hajral telah mendatangi dan melihat secara langsung kondisi sekolah yang tertimpa musibah tersebut, Senin (31/7/2017) lalu.

“Saat itu, kami bersama dengan Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, melakukan dialog dengan 90 orang siswa dan 11 orang guru, orangtua siswa serta masyarakat dan pihak komite sekolah,” ungkapnya.

Winston menyatakan, dalam pertemuan dan dialog itu, menghasilkan sejumlah rekomendasi yang perlu menjadi perhatian bersama, diantaranya SMKN 1 Amarasi Barat harus menjadi pertimbangan perioritas untuk pembangunan unit sekolah baru (USB).

“Kami mendesak pemerintah agar kalau bisa segera dibangun pada tahun ini melaui dana alokasi khusus (DAK) 2017/2018, tapi kalau waktunya terbatas maka biarlah di tahun 2018, tetapi sekolah ini yang harus diutamakan karena status musibah atau bencana,” katanya.

Baca juga : Pelantikan Walikota Terpilih Hampir Pasti 22 Agustus 2017

Mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini menyatakan, pihaknya juga mendorong agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena status musibah atau bencananya sudah dilaporkan kepada para pemangku kepentingan agar ada dukungan- dukungan lainnya untuk mengatasi situasi darurat yang dialami.

“Kami juga melakukan diskusi mengenai kebutuhan guru, sarana dan prasarana lain pada sekolah tersebut. Karena itu kami mendesak dinas agar hal ini menjadi perioritas untuk SMKN 1 Amarasi Barat,” katanya.

Selain itu, lanjut Winston, pihaknya juga mendorong Komite Sekolah dan orangtua siswa untuk membantu membangun ruang kelas darurat agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Walaupun situasi musibah, tapi diimbau kepada para guru dan siswa agar tidak putus harap, tetapi tetap semangat dan tetap kompak.

“Karena itu secara spontan, kami yang waktu itu hadir, langsung kasih sumbangan alakadarnya agar bisa digunakan untuk membeli material seperti paku dan kebutuhan lainnya untuk membangun ruang kelas baru. Untuk beberapa kebutuhan kecil, seperti printer, komputer, dan alat tulis kantor (ATK) lainnya nanti saya akan mampir untuk mengurusnya saat reses bulan depan,” katanya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Nekbaun, Izak Amnifu yang juga adalah Ketua Komite Sekolah di SMKN 1 Amarasi Barat, yang sangat kompak bersama masyarakat setempat untuk saling bahu- membahu membangun ruang kelas baru pasca peristiwa angin kencang yang merobohkan sekolah pariwisata tersebut.

“Saat kami tinjau itu, langsung satu hari, di hari itu juga kami datang pagi, sorenya ruang kelas darurat langsung jadi sebanyak tiga ruangan. Kepemimpinan ketua komitenya yang hebat, ketua komitenya adalah kepala desanya langsung, yang memimpin warganya membangun ruang kelas darurat baru,” tandasnya.

Winston menambahkan, sekolah yang dibangun dari dana partisipasi masyarakat, tentu kondisinya masih darurat, atau non pemanen. Karena itu, menjadi tugas pemerintah untuk segera menindaklanjutinya dengan usulan ruang kelas baru maupun unit sekolah baru.