Petani Haekesak Minta Traktor Tangan, Mesin Rontok dan Pompa Air

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Anggota DPRD Belu melakukan reses masa sidang ketiga tahun 2026 di dua titik wilayah Haekesak, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Senin (10/8/2026).

Titik pertama kegiatan dilaksanakan di Dusun Sakafini, Desa Tohe, Kecamatan Haekesak dihadiri puluhan warga setempat.

Dalam dialog bersama, warga menyampaikan keluhan mereka berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan alat mesin pertanian seperti traktor, rontok dan mesin pompa.

Alfons, salah seorang warga mengatakan, pada saat musim penghujan warga memang tidak kesulitan air, tapi tuk pengolahan lahan kadang warga melakukan secara manual karena tidak memiliki modal.

Dia menyampaikan, kebanyakan warga petani lombok dan holtikultura di Haekesak sangat mengharap bantuan dari Pemerintah Daerah untuk memenuhi kebutuhan warga seperti alat pertanian.

“Kami butuh traktor supaya bisa dipakai tuk membajak sawah dan lahan holti, kami butuh mesin rontok untuk bantu pekerjaan kami karena jika kami memakai milik orang maka kami akan mengeluarkan biaya sewa” ungkap Alfons.

Selain itu, warga petani juga membutuhkan mesin pompa air karena di musim kemarau saat debit air mulai berkurang warga kewalahan memasukkan air pada tanaman holti yang ditanami warga petani.

“Kami sudah bergabung dalam kelompok tani namun masih kekurangan alsintan. Kami juga mohon agar PPL berikan pendampingan untuk kami dan lakukan sosialisasi tentang cara membuat proposal kepada Pemerintah yang baik dan benar sehingga kami bisa membuatnya dan memasukkan ke dinas teknis,” tambah Alfons.

Sementara itu, reses kedua berlokasi di SMAK St. Aloysius Gonzaga Haekesak, Desa Tohe Kecamatan Raihat dihadiri Kepala Sekolah, Tenaga Pendidikan, Kependidikan serta siswa/siswi kelas X-XII.

Dalam dialog bersama, Kepala SMKN St. Romo Yanto Bere, Pr menyampaikan bahwa pihak sekolah membutuhkan tambahan ruang kelas sebanyak 4 buah dan Pembangungan MCK.

Akui dia, saat ini sekolah sudah memiliki dua buah gedung lengkap dengan meubeler, namun masih memiliki kekurangan ruang kelas dan MCK.

“Untuk itu sebagai keterwakilan, kami minta agar usulan ini diperjuangkan baik melalui skema pembiayaan tingkat Kabupaten, Propinsi dan atau Pusat. Harapannya pada tahun yang akan datang peserta didik sudah melaksanakan KBM di gedung baru,” pinta dia.

Menyikapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Belu, Yonas Engelbert Talok menyampaikan akan kami jaring, tampung dan akan disampaikan dalam rapat dan atau sidang paripurna serta laporan hasil reses.

“Semua aspirasi ini akan kami perjuangkan dan kawal sehingga apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi baik dalam bidang pendidikan dan pertanian,” ujaa anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa.