Sambut Hari Anak Nasional, “Festival Kisah Inspiratif” Berbagi Solusi Perlindungan Anak untuk Melawan Kekerasan Anak
Menyoroti keberhasilan advokasi kebijakan perkawinan anak di Parimo hingga pengentasan bullying di Halmahera Timur
Wahana Visi Indonesia mendorong penguatan sistem perlindungan anak mandiri berbasis masyarakat guna menjaga ruang tumbuh anak yang aman dan berkelanjutan
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Isu kesejahteraan dan perlindungan anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama terkait pemenuhan hak dasar dan pengentasan kekerasan di lingkungan terdekat anak. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), tercatat sebanyak 15.396 kasus kekerasan terhadap anak selama 2025 di mana kekerasan seksual menjadi kategori yang paling tinggi dengan 11.049 kasus. Merespons tantangan tersebut, Wahana Visi Indonesia (WVI) hadir untuk melindungi hak dasar anak melalui pendekatan berbasis masyarakat. Untuk itu, WVI menggelar Festival Kisah Inspiratif bertajuk “Merajut Keberlanjutan, Merayakan Harapan” untuk membagikan solusi perlindungan anak yang terbukti efektif, praktis, dan inklusif.
Festival Kisah Inspiratif ini menyoroti integrasi lintas sektor yang krusial bagi kesejahteraan anak, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Intervensi WVI terbukti memberikan dampak perubahan perilaku yang masif di masyarakat seperti penurunan angka kekerasan fisik, hubungan positif dan damai antara anak dan orang tua melonjak signifikan dari 36,4% menjadi 50,8%. WVI juga melakukan strategi dengan pendekatan struktural melalui pelembagaan kebijakan di daerah, seperti keberhasilan Advokasi Kebijakan Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Parimo, serta Advokasi Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Halmahera Timur. Semua capaian ini didukung oleh pertumbuhan Forum Anak desa yang ber-SK resmi dari 127 kelompok menjadi 235 kelompok, serta kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang meningkat dari 85 menjadi 134 kelompok di wilayah dampingan WVI pada tahun 2025.
Berry, Salah satu anak dampingan WVI yang aktif dalam Forum Anak Timor Tengah Selatan, NTT berujar, ” Saya mengundang ibu-bapak dan saudara-saudara sekalian untuk sama-sama memahami bahwa anak adalah objek bukan subjek. Saya sering menemui bahwa ketika anak bicara, seringkali suara kami tidak didengar, malah dibully, ditindas, atau dipukul. Menjaga anak berarti memastikan suaranya didengar, karena segala ide dan cerita yang kami sampaikan merupakan ungkapan isi hati kami. Selain itu, kami membutuhkan ruang untuk bertumbuh dan belajar. Penting bagi masyarakat untuk mendukung anak-anak karena kami adalah masa depan bangsa,” cerita Berry.
Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora berkata, “Melalui kegiatan ini, kami membawa berbagai bukti dan kisah nyata di berbagai wilayah, seperti program Pengasuhan dengan Cinta yang sukses menurunkan proporsi remaja yang mengalami kekerasan fisik dan agresi psikologis oleh pengasuh secara drastis dari 58,47% di tahun 2022 menjadi 18,9% pada tahun 2025. WVI sebagai organisasi yang berfokus pada anak, tidak ingin mendampingi secara sesaat saja, tetapi membangun sistem perlindungan anak yang mandiri dan berkelanjutan bersama masyarakat.
Plt. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Rini Handayani mengungkapkan, ” Investasi terbaik bangsa adalah membangun manusia sejak usia anak atau dalam kandungan, dan setiap perubahan besar selalu dimulai dari praktek kecil yang dilakukan secara konsisten, dirawat bersama, hingga menjadi sebuah sistem yang dapat melindungi anak bersama. Kami mengapresiasi atas kontribusi Wahana Visi Indonesia yang senantiasa mendampingi anak-anak Indonesia.”
Hope Ambassador WVI, Monita Tahalea juga turut membagikan pandangannya mengenai pentingnya kepedulian kolektif. “Kesejahteraan anak bukanlah urusan orang tua atau lembaga kemanusiaan saja, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai satu masyarakat. Menyaksikan anak-anak terbebas dari trauma kekerasan dan bisa bersekolah dengan bahagia adalah harapan kita semua. Untuk itu, mari kita ambil bagian untuk melakukan perubahan dengan hadir, peduli, dan mendukung gerakan-gerakan baik seperti yang dilakukan WVI demi memastikan senyum, kebahagiaan, dan masa depan anak Indonesia tetap terjaga,” ajaknya.
Festival Kisah Inspiratif menyajikan berbagai temuan, capaian, dan cerita perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat wilayah dampingan Indonesia, talkshow bersama pihak pemerintah dan perwakilan anak, serta pidato penyampaian suara anak oleh Berry. Untuk mengetahui kisah inspiratif lainnya, silakan akses link ini.(*)
Foto: Berry, salah seorang anak dari Timor Tengah Selatan hadir dalam Festival Kisah Inspiratif turut menyuarakan haknya memiliki lingkungan yang aman dan nyaman untuk bertumbuh
Tentang Wahana Visi Indonesia (WVI)
Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang hadir melayani dan berkolaborasi dalam pemberdayaan anak, keluarga, dan masyarakat yang paling rentan melalui pendekatan pengembangan masyarakat, advokasi, dan tanggap bencana untuk membawa perubahan yang berkesinambungan tanpa membedakan agama, ras, suku, dan gender. Selama lebih dari 25 tahun, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Jutaan anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.

