Pemkab Belu Teken MoU dengan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu, Rabu (15/4/2026).
Penandatanganan MoU dalam rangka memperkuat program pendidikan oleh Rektor UKAW, Godlief Fredrik Neonufa dan Bupati Belu, Willybrodus Lay disaksikan Wakil Rektor, Pj. Sekda Belu, Kepala BP4D, Kabag Hukum, Kabag Tatapem bertempat di ruang kerja Bupati Belu wilayah perbatasan RI-RDTL.
Selain penandatanganan Mou, dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Rektor UKAW, Godlief Frederik Neonufa bersama Kepala BP4D Kabupaten Belu, Frederikus L. Bere Mau.
Menurut dia, penandatanganan yang terjadi ini sebetulnya sudah lama terlaksana kegiatan-kegiatan terkait dengan kerjasama Pemda Belu dengan Unkris Kupang. Konkritnya itu, kegiatan Kuliah Belajar Pendampingan Masyarakat (KPBM) yang dilakukan di daerah Belu dan beberapa tempat.
“Juga ada kegiatan lainnya menerima sebagai tempat prakerin bagi sekolah SMKN 2 Atambua dua tahun berturut-turut kami menerima dan kami sediakan fasilitas untuk prakerin mahasiswa yang biasa dilakukan selama 3-5 bulan di Kupang,” ujar Fredrik Neonufa dalam sambutannya.
Saat ini juga sementara berjalan riset antar negara yang diselenggarakan di garis batas Indonesia Timor Leste dan posisinya itu, ada dua Kabupaten yang kemudian menjadi lokus penyelenggaraan kegiatan yakni, Kabupaten Belu dan Malaka.
Fredrik Neonufa tambahkan, pihkanya juga telah mendapatkan izin penyelenggaraan untuk program studi logistik perdagangan internasional yang menjadi satu-satunya program studi yang ada di Indonesia bagian timur dari Papua, Maluku, Sulawesi dan sekitarnya.
“Itu belum ada, kecuali di Artha Wacana Kupang dan di Indonesia baru tiga yang logistik perdagangan internasional. Sasaran saya itu adalah untuk menguasai perdagangan ekspor impor yang lokusnya di daerah Belu sehingga kita akan memperkuat,” ungkap dia.
Fredrik Neonufa berharap, Bupati bersama jajarannya silahkan mendorong, memotivasi anak-anak untuk mengambil bagian dalam program studi logistik perdagangan internasional. Kemudian ada program studi perpajakan yang khusus juga dimiliki Artha Wacana sudah kantongi izin.
“Ada satu lagi yang izinnya tinggal minggu depan saya terima dari dikti yaitu kaitan dengan pengolaan data keimigrasian. Kemudian persoalan perbatasan yang menangani dan juga program cyber security dan semua itu di Artha Wacana,” terang dia.
Sementara itu, Bupati Willy Lay menyampaikan kegiatan MoU Pemda Belu bersama Universitas Kristen Artha Wacana hari ini merupakan salah satu momen untuk Pemerintah Kabupaten Belu.
“Saya atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Belu menyampaikan terima kasih yang luar biasa untuk Rektor Unkris yang mau dampingi dalam bentuk penelitian dan kerjasama,” kata dia.
Willy Lay berhara, melalui kerja sama ini diharapkan dapat membawa Kabupaten Belu dari perbatasan ini sehingga bisa maju, tidak tertinggal dari daerah-daerah lainnya di wilayah Timur terutama wilayah perbatasan.
“Kita sebagai beranda NKRI, jadi ini bukan tanggung jawab Bupati dan masyarakat saja tapi juga perguruan tinggi. Sekali lagi terima kasih untuk Universitas Kristen atas perjanjian kerja sama ini,” akhir dia.

