FOSMAB gelar MPAB, Pentingnya Berorganisasi, Tujuan dan Manfaat

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (FOSMAB) Kupang kembali menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dengan tujuan untuk memperkenalkan organisasi kepada mahasiswa baru asal Kabupaten Belu yang menempuh pendidikan di kota Kupang.

Kali ini, fokus utama adalah pemahaman mendalam tentang organisasi melalui materi yang
dibawakan oleh Vegal Manek salah satu alumni Fosmab kupang.

Dalam kegiatan, para peserta MPAB mendapatkan materi komprehensif tentang pentingnya berorganisasi, tujuan organisasi, serta manfaat yang bisa didapatkan dari berorganisasi.

“Kita saling berbagi dan saling memberikan bekal yang kuat kepada sesama atau untuk mereka mahasiswabaru agar mereka memahami betul apa itu organisasi, mengapa penting untuk berorganisasi, dan apa saja yang bisa mereka dapatkan dari berorganisasi,” ujar dia, Senin (23/3/2026).

Vegal akrab disapa itu menjelaskan secara rinci tentang berbagai aspek penting dalam berorganisasi. Mulai dari pengertian organisasi, jenis-jenis organisasi, struktur organisasi, hingga fungsi dan peran organisasi dalam masyarakat.

“Organisasi adalah wadah yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, belajar bekerja sama, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” kata dia.

Selain itu,ia juga memaparkan tentang tujuan organisasi, yaitu untuk mencapai tujuan bersama melalui kerja sama dan koordinasi yang efektif.

Vegal juga menjelaskan tentang manfaat berorganisasi seperti meningkatkan kemampuan kepemimpinan, melatih kemampuan berkomunikasi dan negosiasi, memperluas jaringan pertemanan dan relasi, meningkatkan kemampuan berpikir, rasa percaya diri, kemampuan manajemen waktu, kemampuan beradaptasi dan kemampuan berkontribusi bagi masyarakat.

Dia menegaskan mahasiswa jangan takut kritis dalam berorganisasi, pentingnya sikap kritis dalam berorganisasi. Dia juga mendorong mahasiswa yang aktif berorganisasi untuk tidak takut menyampaikan pendapat dan memberikan masukan yang konstruktif demi kemajuan organisasi dan masyarakat.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap fenomena apatisme dan kurangnya keberanian mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap berbagai isu yang terjadi di lingkungan kampus maupun di masyarakat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita tidak boleh takut untuk bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan yang tidak pro-rakyat,” tandas dia.

Mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan dan mengkritisi berbagai permasalahan yang terjadi. Sikap kritis ini merupakan wujud dari tanggung jawab moral dan intelektual sebagai seorang mahasiswa.

“Organisasi adalah wadah untuk belajar dan berdiskusi. Kita harus berani menyampaikan pendapat dan memberikan masukan yang konstruktif,” tambah Vegal.

Namun, sikap kritis juga harus diimbangi dengan bukti yang kuat, data yang akurat, dan solusi yang konstruktif. Mahasiswa tidak boleh hanya mengkritik tanpa memberikan solusi yang jelas.

“Kritis boleh, tapi harus berimbang Jangan hanya mengkritik tanpa memberikan solusi,” ungkap dia.

Mahasiswa juga diharapkan untuk tidak takut terhadap tekanan atau intimidasi dari pihak manapun. Kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan hak yang dilindungi oleh undang-undang.

“Kita tidak boleh takut untuk bersikap kritis. Kita harus berani menyuarakan kebenaran demi kemajuan bangsa dan negara,” kata dia.

Dengan bersikap kritis, mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan organisasi dan masyarakat. Sikap kritis ini juga akan melatih kemampuan berpikir yang maju dan sangat berguna di masa depan.