Januari 2026, Willy-Vicente Berlakukan Program Kesehatan Gratis Plus Anggarkan Rp.15,5 Milyar
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Kondisi perencanaan APBD Pemerintah Kabupaten Belu di tahun 2026 mengalami lebih banyak kendala terkait terbatasnya kapasitas fiskal daerah akibat pemotongan TKD sebesar Rp.105 milyar.
Namun, Pemkab Belu tetap berupaya untuk mengalokasikan pembiayaan yang sifatnya wajib (mandatory), pencapaian standar pelayanan minimum serta belanja program prioritas yang telah menjadi program prioritas daerah.
Salah satu program dari 12 program prioritas Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati, Vicente Hornai Gonsalves yang menjadi program janji politik akan dieksekusi di tahun 2026 mendatang yakni program kesehatan yakni berobat gratis plus bagi masyarakat Belu.
“Program ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026,” ujar Wakil Bupati, Vicente Hornai dalam jumpa pers akhir tahun bersama awak media bertempat di ruang kerja Wabup Belu perbatasan RI-RDTL, Senin (29/12/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Sekda Belu, Elly Rambitan, Asisten I Setda Belu Nikolaus Umbu, Kaban BP4D Eddy Bere Mau, Sekretaris Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Belu Marselus Koli, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Dobrito Seran dan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Belu, Marianus Flavianus Mite.
Wabup Vicente menguraikan, untuk program Kesehatan dalam hal ini pengobatan gratis plus pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 15,5 milyar dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab dan BPJS telah dilakukan pada 23 Desember 2025.
“Sehingga layanan kesehatan sudah aktif per 1 Januari 2026. Bagi penanganan kasus atau penyakit yang tidak dapat tercover BPJS Pemerintah telah mengalokasikan biaya sebesar Rp150 juta pada Dinas Kesehatan guna membantu biaya pengobatan terhadap kasus-kasus atau penyakit dimaksud,” sebut dia.
Untuk jumlah kepesertaan mencapai 32.451 peserta (bertambah 2.218 orang) yang merupakan warga peserta PBI yang non aktif, peserta mandiri yang tidak mampu, warga yang kena PHK dan keluarga pensiun yang tidak ditanggung karena tidak memenuhi syarat.
“Cakupan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat di Kabupaten Belu tahun 2026 telah mencapai lebih dari 98% sehingga mencapai predikat UHC non cut off,” ujar Wabup Vicente.
Jelas dia, selain program kesehatan, akan dieksekusi pula program lain seperti Pendidikan, Pertanian perumahan, pengadaan tanah dan program SIM gratis bagi pekerja angkutan motor (ojek).
Selain itu program bantuan dana Kelurahan, sumur bor, pembangunan Welikis, TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) dan Digitalisasi pemerintahan.
“Ada juga absensi mobile gunakan face id dan geotaging bagi para pegawai Kecamatan agar terpantau hadir pada wilayah tugasnya masing-masing secara real time,” terang Wabup Vicente.
Tambah dia, ada juga beberapa program pemberdayaan ekonomi yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 akan terus dilanjutkan seperti pelatihan tenaga kerja migran ke Jepang melalui kerja sama dengan PT Binawan akan tetap dilaksanakan dengan kuota peserta sebanyak 60 orang, dengan pembiayaan sebesar Rp. 488 juta.
“Kita berharap dukungan dan kerjasama semua pihak agar program yang telah dicanangkan dapat dilaksanakan dengam baik secara bertahap hingga tuntas selama 5 tahun masa kepemimpinannya bersama Bupati Willy Lay demi kesejahteraan warga Belu,” pinta Wabup Vicente.

