Jelang Nataru, PLBN Motamasin Tingkatkan Pengawasan Perlintasan di Kawasan Perbatasan
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin menggelar Rapat Koordinasi bersama para pimpinan dan perwakilan unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS), jajaran TNI dan Polri.
Rapat terkait kesiapsiagaan menghadapi peningkatan arus perlintasan orang dan barang pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bertempat di PLBN Motamasin, Kabupaten Malaka perbatasan RI-RDTL, Jumat (19/12/2025).
Rakor dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatkan pengawasan dan koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh aktivitas perlintasan orang dan barang di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste berjalan aman, tertib, dan lancar selama periode Natal dan Tahun Baru.
Adapun, dalam rapat koordinasi tersebut, seluruh unsur CIQS menyepakati pembentukan Posko Kesiapsiagaan PLBN Motamasin sebagai pusat koordinasi pengawasan dan pelayanan perlintasan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selain itu, unsur CIQS juga menyatakan kesiapan untuk memberikan diskresi pelayanan perlintasan dalam kondisi tertentu, dengan tetap mempedomani standar operasional prosedur serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Administrator PLBN Motamasin, Engelberthus Klau menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dengan berpedoman pada Surat Edaran Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan Nomor BWN.86/4061/XII/2025 tentang kesiapsiagaan PLBN menghadapi peningkatan arus orang dan barang pada Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Engel sapaan akrab mantan Administrator PLBN Mota’ain itu menekankan peningkatan kesiapsiagaan menjelang Natal dan Tahun Baru memerlukan kerja sama dan kolaborasi yang solid antarinstansi.
“Momentum Natal dan Tahun Baru selalu diikuti dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi dan sinergi lintas unsur CIQS agar pengawasan dan pelayanan perlintasan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan,” ujar dia dalam release.
Engel menambahkan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilakukan secara sektoral. “Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, setiap potensi permasalahan di lapangan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat dan tepat, sehingga masyarakat tetap merasakan pelayanan yang aman dan nyaman,” tambah dia.
Lanjut Engel, sinergi lintas instansi tersebut diwujudkan melalui penguatan pemeriksaan terhadap orang dan barang, peningkatan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, serta koordinasi intensif di lapangan.
“Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran hukum, penyelundupan, dan gangguan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste,” ucap dia.
Selain aspek pengawasan, PLBN Motamasin tetap mengedepankan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat pengguna layanan perlintasan sebagai wujud kehadiran negara di kawasan perbatasan.
Engel menegaskan, melalui penguatan kesiapsiagaan ini, BNPP terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan perbatasan yang tertib, aman, serta memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di kawasan perbatasan berlangsung dalam suasana kondusif.

