Pemkab Belu-CD Bethesda Yakkum Teken MoU Terkait Program Pengendalian Terpadu HIV dan Aids 

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com-Pemerintah Kabupaten Belu menandatangi MoU bersama CD Bethesda Yakkum Yogyakarta tentang program pengendalian terpadu HIV dan AIDS periode 2022-2025.

Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Bupati Belu, Agustinus Taolin dan Direktur CD Bethesda Yakkum Yogyakarta, Wahyu Priyo Suptono berlangsung di Aula BP4D Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Kamis (8/11).

Bupati Belu Agus Taolin dalam arahannya menyampaikan terimakasih kepada lembaga CD Bethesda Yakkum Yogyakarta yang telah meluangkan waktu, perhatian, rasa cinta dan kepeduliannya terhadap masyarakat Belu melalui program pencegahan HIV-AIDS selama tiga tahun kedepan.

Selain itu, disampaikan juga terima kasih kepada Dinas, Puskesmas, Kecamatan, Kelurahan serta Desa yang telah bekerja dari hari ke hari bersama mitra CD Bethesda Yakkum dalam mengatasi kasus HIV dan AIDS di Belu.

Dikatakana, program ini sangat bermanfaat dan berdampak kepada warga khususnya ODHA. Karena itu, sangat penting berkolaborasi, saling mendukung bersama CD Bethesda Yakkum untuk tujuan membuat masyarakat Belu yang sehat.

“Saya terima laporannya setiap tiga bulan sekali dan kita evaluasi,” ujar dia.

Lebih lanjut Taolin menuturkan, penandatanganan MuO hari ini harus diikuti dengan perjanjian kerjasama, dan itu seperti apa sehingga memberikan dampak bagi masyarakat Belu.

“Tiga tahun disini dari Yogyakarta dengan program kerjanya sangat bermanfaat bagi masyarakat Belu, karena itu kita jangan cuek-cuek saja, tetapi harus bersinergi, kolaborasi dalam program tiga tahun kedepan,” tambah dia.

Sementara itu, Direktur CD Bethesda Yakkum Yogyakarta, Wahyu Priyo Suptono mengatakan, hari ini penandatanganan MoU dengan Pemda Belu terkait program HIV-AIDS selama tiga tahun 2022 sampai 2025.

“Program kita di 4 Kecamatan, Kakuluk Mesak, Atambua Barat, Tasifeto Barat dan Tasifeto Timur,” terang dia kepada media usai kegiatan.

Program ini diharapkan dalam tiga tahun bisa memberikan kontribusi positif untuk pencegahan HIV-AIDS dengan tiga komponen yaitu, pendekatan struktural, dimedical, dan kampanye.

“Dalam MoU itu juga kita minta Pemda untuk dukungannya di dalam menjalankan program ini. Karena tentunya kami hanya berkontribusi kecil, tapi kalau ada kolaborasi dan kerjasama pasti hasilnya lebih maksimal,” ungkap Wahyu.

Senada Project manager program pengendalian terpadu HIV-AIDS CD Bethesda, Ghanis Kristia menuturkan sesuai ranahnya CD Bethesda kami fokus pada pemberdayaan masyarakat.

“Tentunya kita lebih spesifik pada peningkatan partisipasi masyarakat, seperti WPA, KDS yang menjadi komponen penting dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS,” ujar dia.

“Mereka yang kemudian nanti difokuskan untuk dikukan peningkatan kapasitas, advokasi, berjajaring termasuk juga akan berkontribusi aktif dalam berkampnye edukasi HIV,” tambah Ghanis.

Hadir salam kegiatan itu, Wakil Ketua Tim PKK Belu, Kaban BP4D, Kadis Kesehatan, Kadis BKKBN, Dinas Sosia, Dinas Transmigrasi, Camat Atambua Barat, Kakuluk Mesak, Tasifeto Barat, Tasifeto Timur serta Kepala Puskesmas, Lurah Umanen, Lurah Tulamalae, 6 Kepala Desa binaan, WPA, KDS, KPA Belu.