Letda Ckm. Oktaviani, Dokter Kowad Turunan Tionghoa Mengabdi di Belu Perbatasan RI-RDTL
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Letda CKM (K) dr. Oktaviani Eka Puspasari (29) salah satu dokter Kowad (Korps Wanita TNI AD) yang bertugas sebagai dokter umum di Rumat Sakit Tingkat IV 09.07.04 Atambua, Kabupaten Belu.
Pertama dokter Kowad, Letda Ckm. dr. Oktaviani bertugas memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL dilakoninya sejak bulan Mei tahun 2021 silam.
“Penugasan pertama saya di Kabupaten Belu dan sudah bertugas satu setengah tahun,” terang dia kepada media saat ditemui di Rumkit Tk. IV Atambua, Rabu (5/10/2022) pagi.
Menurut Letda Ckm dr. Oktaviani, besik awal dirinya sebagai dokter umum dimana berusaha untuk melayani warga pasien. Namun, dirinya berkeinginan tidak hanya melayani pasien di kampung halaman atau daerahnya saja.
“Jadi, saya abdikan diri sebagai dokter militer di TNI dan jadi dokter TNI saya bisa melayani pasien di seluruh daerah yang ada di Indonesia,” ungkap dia.
Diutarakan, awal bertugas di daerah perbatasan Belu dirinya mengalami kendala dengan bahasa daerah, karakter orangnya seperti. Namun, dirinya tetap bersemangat menjalankan tugas pelayanan kesehatan bagi pasien dan setahun lebih perlahan mempelajari dari setiap pasien yang berobat.
“Yang tetap buat saya semangat bekerja disini yaitu rekan-rekan saya, atasan saya mendukung tugas dan tanggungjawab saya disini. Sehingga saya tetap semangat berikan pelayanan kepada personil TNI dan warga karena suport semua yang ada disini,” ujar Letda Ckm dr. Oktaviani.
Dikisahkan, dirinya lahir di Kota Medan tanggal 11 Oktober 1993 dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara (semuanya perempuan). Sedangkan ayahnya seorang aparat Kepolisian Republik Indonesia dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
“Jadi, kami memang keluarga bhineka tunggal ika, bapak saya Jawa mama Cina. Adik-adik saya sudah bekerja yang satu di Kemenkumham dan satu anggota Polri,” terang Kepala Instalasi Rawat Inap Rumkit TNI Atambua itu.
Dia bercerita, jenjang pendidikan sekolah sejak SD sampai SMA dihabiskan di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Kemudian menempuh pendidikN kuliah di Universitas Malahayati di Bandar Lampung dan lulus tahun 2017.
“Setelah itu saya melakukan intensip di rumah sakit di daerah Medan. Kemudian di tahun 2019 saya melaksanakan pendidikan karier TNI di akademi militer di Magelang dan lulus juga pada tahun 2019. Setelah lulus saya dikembalikan ke Pusdiskes untuk mengikuti kursus kecabangan kesehatan,” ujar dia mengenang.
Sambil menunggu untuk ditempatkan di satuan yang baru dan seiring berjalannya waktu di tengah-tengah kita mengalami pandemi Covid-19. Pada bulan Februari tahun 2020 dirinya bersama beberapa rekan lain dikirim sebagai dokter pertama yang menangani kasus Covid-19 di rumah sakit Wisma Atlit Kebayoran.
“Setelah itu kami melakukan pendidikan kecabangan, baru pada bulan Mei 2021 kami dikirim ke rumah sakit dan daerah perbatasan Belu jadi tempat penugasan saya pertama melakukan pelayanan kesehatan,” papar Letda Ckm dr. Oktaviani.
Tambah dia, dirinya sangat bangga sebagai satu-satunya dokter Kowad yang mengabdi untuk negera Indonesia. Dirinya bertekad selama bertugas di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste akan terus melayani dan memberikan pengobatan gratis kepada warga di daerah perbatasan.
“Di moment HUT TNI ke-77 tahun ini, pesan saya kepada sesama jawad dan Korps Wanita TNI AD mari terus bangun dan jaga komunikasi, koordinasi serta kompak selalu dalam mengabdi melayani masyarakat dan memajukan TNI Angkatan Darat,” pungkas Dokter Kowad itu.
Sementara itu, Pjs Karumkit Mayor (Ckm) dr. Mursid menyampaikan, pihak Rumas Sakit ikut berbangga karena di daerah perbatasan Belu dengan segala keterbatasannya mampu melayani personil TNI dan keluarga.
“Disini salah satu dokter umumnya yakni dokter Kowad Letda Ckm dr. Oktaviani, satu-satunya Kowad yang bertugas RST Atambua. Dalam momen HUT TNI ini kepada seluruh prajurit terutama Kowad tetap semangat dalam melayani personil maupun keluarga,” pesan dr. Mursid.

