Gereja Ebenhaezar Lakafehan Gelar Pentas Seni Penutupan Bulan Budaya dan Bahasa
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – GMIT Ebenhaezar Lakafehan menggelar kegiatan pentas seni penutupan bulan budaya dan bahasa bertempat di halaman Gereja, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Selasa (31/5/2022) malam.
Kegiatan pentas seni penutupan bulan budaya dan bahasa diikuti seluruh jemaat Ebenhaezar Lakafehan. Peserta pentas mengenakan pakaian adat masing-masing etnis dengan menampilkan tarian serta lagu dari masing-masing daerah.
Menurut Ketua Majelis Jemaat Gereja Ebenhaezar Lakafehan Pendeta Debbye Yulita Lobo Banik, Majelis Sinode GMIT menetapkan bulan mei sebagai bulan budaya. “Itu berarti bahwa GMIT menerima budaya, GMIT terbuka terhadap budaya,” ujar dia.
GMIT tegas dia, menerima dan terbuka terhadap budaya akan tetapi dengan catatan penting bahwa ada budaya-budaya yang harus dilestarikan dan ada budaya-budaya yang harus ditinggalkan yang tentunya budaya tersebut tidak berkenan kepada Tuhan.
“Banyak hal yang bisa kita lihat, banyak hal yang bisa kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-sehari terhadap budaya-budaya yang berkembang saat ini. Oleh karena itu budaya yang mencerminkan ciri khas kita sebagai bangsa Indonesia perlu kita lestarikan,” timpal Pendeta Debbye.

Lanjut dia, Bulan budaya GMIT ini menolong seluruh jemaat Tuhan untuk melihat itu, sehingga penghayatan iman kita tentang budaya dan bahasa semakin mendorong kita untuk berkarya bagi keselamatan dunia terlebih khususnya bagi kemuliaan Allah.
“Selama satu bulan kita ditolong dengan Firman Tuhan dan itu akan menolong kita untuk memahami mana budaya yang harus dilestarikan dan budaya yang harus ditinggalkan,” pinta Pendeta Debbye.
Jelas dia, kegiatan penutupan bulan budaya di GMIT Ebenhaezar Lakafehan yang diselenggarakan ini merupakan rangkaian puncak dari seluruh kegiatan selama bulan budaya di bulan Mei ini.
“Pada acara ini dimana setiap etnis memuliakan Tuhan dengan tarian dan nyanyian menurut suku masing-masing,” tutup Pendeta Debbye.

