Kunker ke Perbatasan RI-RDTL, Mentan Yasin Tinjau Lahan Food Estate Rotiklot di Belu
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Kamis (11/2/2021).
Mentan Yasin didampingi sejumlah Dirjen yakni, Dirjen tanaman pangan, Dirjen pupuk dan Dirjen peternakan tiba di Bandara A.A Bere Tallo disambut oleh Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan serta Pimpinan OPD terkait dan pimpinan Forkopimda Belu.
Dalam kunker tersebut, Mentan Yasin meninjau lahan terkait pelaksanaan program ketahanan pangan nasional, yaitu food estate Rotiklot atau lumbung pangan baru di daerah perbatasan Belu.
Lokasi food estate Rotiklot terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan dengan eks provinsi ke-27 Timor-Timur (Negara Timor Leste).
Tiba di lokasi foto estate Rotiklot Menteri Pertanian Yasin bersama rombongan disambut sapaan adat lalu diiringi tarian likurai dari jalan menuju tempat acara dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Wakil Bupati Belu Ose Luan menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Menteri Pertanian serta jajarannya yang telah meluangkan waktu berkunjung ke Kabupaten Belu daerah perbatasan RI-RDTL.
“Warga Belu sangat senang mendapat kunjungan dari Menteri Pertanian. Sebab sebagian besar penduduk di perbatasan Belu dengan Negara Timor Leste bergerak di sektor pertanian,” ujar dia.

Dikatakan bahwa, Pemerintah dan warga masyarakat Kabupaten Belu sangat berterimakasih dengan kehadiran Menteri Pertanian sungguh berarti dan tentunya sangat bermakna bagi warga Belu terutama dalam mengurus pertanian.
Semenatara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan warga yang menyambut kedatangannya bersama rombongan yang luar biasa.
Akui dia, dirinya juga senang dan bangga berkunjung di Kabupaten Belu yang daerahnya subur sangat cocok untuk kembangkan pertanian guna meningkatkan ekonomi warga di daerah perbatasan Belu dengan Negara Timor Leste.
Mantan Yasin juga tegaskan, akan memberikan perhatiaan bagi NTT dan khususnya Kabupaten Belu untuk mengembangkan pertanian. Warga di Belu tidak boleh lapar di daerah pertanian yang sangat besar.
Untuk diketahui bahwa, sesuai data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, potensi lahan foot estate Rotiklot seluas 380 hektare dari luas Desa Fatuketi 5.080 hektare.
Rencana pengembangan komoditi yaitu, musim tanam pertama (MT1) padi 350 hektare, MT2 palawija 200 hektare dan hortikultura 25 hektare.
Rencana pengembangan food estate Rotiklot ini dilakukan 30 kelompok tani dengan jumlah anggota 493 orang. Terdapat 23 kelompok Tani yang belum dikukuhkan dengan jumlah anggota 345 orang.

