Kasus DBD di Kota Kupang Meningkat, Tiga Orang Meninggal Dunia

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man mengatakan, memasuki pekan pertama di Bulan Februari, tercatat sebanyak 183 kasus Demam Berdarah Dengue, atau DBD di Kota Kupang. Dari Jumlah kasus tersebut, terdapat tiga korban yang meninggal dunia, di Kecamatan Maulafa.

Kepada Wartawan di Kantor Wali Kota Kupang, Jumat 7 Februari 2020, Hermanus mengatakan, terhadap meningkatnya jumlah penderita DBD, dan Korban yang meninggal dunia, dirinya menghimbau kepada Lurah, Camat, dan pihak Puskesmas, agar senantiasa siaga menghadapi wabah DBD. Para lurah, camat, maupun pihak puskesmas diminta untuk menghimbau kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengatasi sarang nyamuk.

Pihak puskesmas juga dihimbau untuk mengidentifikasi wilayah paling banyak wabah DBD dan segera dilakukan fogging masal, dan dilakukan pembagian abate, untuk menghambat kembangbiak nyamuk Demam Berdarah.

Wakil Wali Kota, jumlah kasus yang terjadi saat ini sudah tergolong sangat banyak, dan masyarakat juga diminta waspada terhadap DBD. Selai itu, pemerintah juga akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar wabah DBD tidak meluas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati mengaku, memang benar ada pasien DBD yang meninggal dunia dari kecamatan Maulafa.

Dia menjelaskan, pasien DBD yang meninggal ini memang datang ke Puskesmas Sikumana dengan kondisi sudah grate III, dan langsung dilarikan ke rumah sakit karena harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Tentu kami dari dinas dan semua jajaran kesehatan Kota Kupang sangat menyayangkan akan hal ini, para orangtua harusnya lebih peka dengan kondisi kesehatan anak-anaknya, jangan tunggu sampai sudah parah baru dibawa ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Retnowati mengatakan, masyarakat khususnya para orangtua harus peka dan menjaga kondisi kesehatan anak-anaknya, janga menyepelekan setiap perubahan yang terjadi pada anak. Himbaun Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk penggunaan abate dan kebersihan lingkungan itu juga harus dilakukan.

“Besok kami dari dinas akan turun langsung di wilayah ini untuk sosialisasi, karena di wilayah Kecamatan Maulafa ini merupakan wilayah padat penduduk, dan masyarakat juga cenderung tidak membersihkan tempat penampungan air dan tidak membersihkan lingkungan,” kata Retnowati.

Dia juga meminta kepada masyarakat Kota Kupang agar semuanya melakukan gerakan pembersihan lingkungan, menutup semua tempat penampungan air, dan mengubur semua barang bekas yang berpotensi dijadikan sebagai sarang nyamuk.

Dia menjelaskan, untuk data DBD selama Januari sampai awal Februari 2020 ini, memang kasus terbanyak ada di Puskesmas Sikumana dengan jumlah kasus sebanyak 57 kasus.

Sementara di Puskesmas Oepoi 27 kasus, Puskesmas Bakunase 22 kasus, Puskesmas Oesapa 18 kasus, Puskesmas Alak 18 Kasus, Puskesmas Penfui 14 kasus, Puskesmas Oebobo 10 kasus, Puskesmas Pasir Panjang 6 kasus dan Puseksmas Naioni 7 kasus, Puskesmas Manutapen 2 kasus, Puskesmas Kupang Kota 2 kasus.