Dinkes dan Nutrition International Kerja Sama Cegah Stunting di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nutrition International (NI) bekerjasama meningkatkan komitmen untuk pencegahan dan penurunan stunting di daerah itu.

Nutrition International, adalah organisasi global yang berdedikasi untuk memberikan intervensi gizi berbasis bukti kepada mereka yang sangat membutuhkan, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, bersama-sama mengadakan pertemuan di Kupang, Selasa (14/5/2019) untuk berdiskusi terkait “Penguatan Program Integrasi Zat Gizi Mikro”.

Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 120 orang dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota di NTT, yang mana para peserta saling bertukar pembelajaran dan praktik baik untuk mencegah dan menurunkan stunting serta membahas pendekatan terbaik dalam mengintegrasikan program Zat Gizi Mikro. Dalam hal ini pemerintah Indonesia telah berkomitmen dalam menangani stunting.

“Hari ini kita akan melaksanakan pertemuan Penguatan Integrasi Zat Gizi Mikro dalam rangka Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting yang melibatkan lintas program dari 22 kabupaten-kota di Provinsi NTT,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut Minggu Mere, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengetahui strategi dan intervensi pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi dan berbagi praktik baik serta pembelajaran pelaksanaan program zat gizi mikro dan evaluasi dukungan NI.

“Acara ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Nutrition International dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT,” katanya.

Dia mengatakan, Nutrition International sejak tahun 2016 mendukung program Integrasi zat gizi mikro Suplementasi tablet tambah darah bagi ibu hamil, vitamin A bagi balita, zinc dan oralit bagi balita diare di 10 kabupaten di Provinsi NTT. Program ini didanai oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia.

“Harapannya kembali dari pertemuan ini kabupaten-kota menyusun rencana tindak lanjut untuk berintegrasi karena stunting perlu dukungan dari semua pihak, tidak hanya dari kesehatan,” harap Minggu Mere.

Direktur Nutrition International, Sri Kusyuniati menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT begitu juga dengan Dinas Kesehatan Kabupaten untuk kepemimpinan mereka dalam menangani kesehatan dan gizi untuk ibu hamil dan anak-anak.

“Kami bangga telah menjadi bagian dari kemitraan yang unik ini, dimana Pemerintah Australia dan Kanada bekerja sama untuk mendukung kami dalam mencegah dan menurunkan stunting,” ungkapnya.

Sri mengatakan, praktik baik dan pembelajaran dari dukungan dan kerjas ama ini akan berkontribusi pada strategi penurunan stunting untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Dengan menggabungkan kekuatan dan pembelajaran dari satu sama lain, kita dapat meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan secara lebih efisien bagi perempuan dan keluarga balita,” tandasnya.

Melalui program MITRA di 10 kabupaten di NTT, Nutrition International telah melatih lebih dari 350 tenaga kesehatan, pengelola program dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas pada pengetahuan, pemantauan, pelaporan, perhitungan pengadaan suplemen dan konseling.

Lebih dari 140 puskesmas di 10 kabupaten menerima seperangkat Materi Komunikasi Perubahan Perilaku tentang keterampilan konseling dan promosi pesan kesehatan yang terkait dengan pencegahan anemia, suplementasi vitamin A, dan penanganan diare. Nutrition International bersama-sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten menjembatani kesenjangan dalam rantai pasokan TTD, zinc & oralit, dan kapsul vitamin A.

Upaya Nutrition International bersama semua pihak telah membantu dalam memperkuat program suplementasi zat gizi mikro dan memperbaiki tatalaksana termasuk pencatatan dan pelaporan, peningkatan alokasi anggaran, serta perencanaan, implementasi, dan pemantauan program yang lebih baik.

Di tingkat masyarakat, perubahan ini terlihat dalam bukti anekdotal dari pengetahuan yang lebih baik terkait suplementasi zat gizi mikro pada pengasuh dan ibu hamil. Dengan tujuan untuk mengintensifkan dukungan di bawah program MITRA dan memanfaatkan cakupan geografisnya, Nutrition International juga menambah dukungannya melalui ‘MITRA Youth’-Pencegahan Anemia bagi Remaja Putri.

Dimulai pada tahun 2017, MITRA Youth berupaya mengurangi prevalensi anemia hampir 289.000 orang siswi (usia 15-18 tahun) di 10 kabupaten di Jawa Timur dan 10 kabupaten di Nusa Tenggara Timur dengan meningkatkan akses mereka untuk pendidikan gizi dan konsumsi suplementasi tablet tambah darah mingguan.

Beban malnutrisi di antara anak-anak, perempuan, dan remaja perempuan Indonesia ternyata cukup signifikan. Dukungan serta asistensi teknis seperti MITRA dan MITRA Youth merupakan sebuah langkah untuk menuju peningkatan kelangsungan hidup dan kesejahteraan mereka.