Kodim 1605/Belu Gelar Latihan Pengamanan Pileg dan Pilpres 2019
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kodim 1605/Belu gelar simulasi latihan pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia yang dilaksanakan serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.
Pantauan media, pelaksanaan simulasi pelatihan pengamanan Pemilu 2019 melibat personel TNI dari satuan Kodim 1605/Belu serta personel Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/SYB yang berlangsung di lapangan hitam Makodim Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Rabu (6/2/2019).
Dalam latihan gabungan personel Kodim dan Yonif RK 744 memperagakan bentrok dua kelompok pendukung salah satu paslon yang tidak terima dengan hasil penghitungan suara. Aksi beranjut dengan demo ke Kantor Bawasalu, KPU dan Kantor Bupati.
Bentrok kedua kelompok berlanjut dipicu ketidakpuasan atas kemenangan salah satu paslon. Aparat TNI yang dikerahkan untuk membantu pengamanan Pemilu di lokasi langsung mengatasi bentrok yang terjadi dan membubarkan aksi tersebut.
Dandim Letkol Czi I Gusti Putu Dwika kepada awak media mengatakan, kegiatan pelatihan yang dilakukan Kodim 1605/Belu dalam rangka pengamanan kegiatan Pileg dan Pilpres serentak pada tanggal 17 Arpil 2019 akan datang.
“Kita harapkan, nantinya kita dapat maksimal melakukan kegiatan pengamanan perbantuan kita pada Polri dalam rangka Pileg dan Pilpres mendatang,” ujar dia.
Kaitan dengan simulasi fokus TNI dalam hal ini Kodim Belu berusaha maksimal membantu dalam rangka pelaksanaan Pemilu legislatif dan Presiden agar kegiatan berjalan dengan aman. Jikalau nanti ada perkembangan dan dinamika dilapangan kami siap laksanakan perbantuan baik di Kabupaten Belu maupun Malaka.
“Peserta simulasi latihan hari ini semua unsur TNI dari pihak Kodim Belu dan Yonif RK 744/SYB. Nantinya kita akan bantu Polres Belu di Belu dan Malaka,” ucap Dwika.
Ditambahkan, dalam simulasi latihan ini pihaknya juga fokuskan pengamanan untuk mengantisipasi aksi masa di beberapa titik seperti Tempat Pemungutan Suara (TPS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kantor Bupati.
Kesempatan itu juga Dwika menekankan kepada seluruh personel TNI agar selama tahapan pelaksanaan Pemilu TNI tetap bersikap netral, dengan memprioritaskan tercipta situasi kondusif kepada masyarakat perbatasan.
“Kami tetap bersikap netral dalam pemilihan Legislatif dan Presiden kedepan 2019. Pada intinya kami selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang sifatnya memberikan situasi kondusif, aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah Belu dan Malaka,” kata dia.
Lanjut Dwika, apapun hasil dari Pileg dan Pilpres semuanya adalah pilihan masyarakat. Kita TNI tidak berdiri atau memihak di satu sisi atau kelompok. Tetapi bersikap netral dan selalu mendukung pelaksanaan kegiatan yang di lakukan oleh KPU.
Masih menurut dia, selain simulasi latihan hari ini pihaknya juga akan melaksanakan pembekalan kepada personel TNI pada Kamis besok di Aula Makodim Belu. Dalam giat itu materi pembekalan akan diberikan oleh KPU Dan Bawaslu tentang bagaimana tahap yang harus dilaksanakan, termasuk upaya dalam rangka pencegahan dan pengaman Pileg dan Pilpres.

