Tiga Korban Sandera Abu Sayyaf Tiba di Flores Timur

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tiga orang asal Flores Timur yang disandera kelompok Abu Sayyaf, Philipina dua bulan lalu setelah berhasil dibebaskan pemerintah Indonesia, sesuai rencana Selasa, (27/09/2016) tiba di Kota Larantuka dan selanjutnya ke kampung halaman di Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga.

Ketiga korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf dimaksud yakni Laurensius Lagadoni Koten, Emanuel Arakian dan Theodorus Kopong.

Sebelum pulang ke Flores Timur, ketiga orang tersebut didampingi Camat Tanjung Bunga, Ramon Piran dan Kepala Kesbangpol FLores Timur Anderas Kewa Ama, Selasa (27/9) hendak bertemu dengan Gubernur Frans Lebu Raya.

Namun hingga Pukul 11. 30 Wita, mereka belum bertemu dengan gubernur yang katanya masih ada kegiatan di rumah jabatan gubernur. Karena mereka hendak ke Larantuka menggunakan pesawat siang, maka sampai pulang pun mereka gagal bertemu orang nomor satu NTT itu.

Baca : Pengawasan Lemah, Penyelundupan Marak di Belu Perbatasan RI-RDTL

Theodorus Kote, salah seorang korban penyanderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf mengaku gagal bertemu gubernur sebelum pulang ke kampung halamannya. “Padahal kami berharap bisa bertemu untuk menyampaikan rasa terima kasih kami kepada pak gubernur,” katanya.

Camat Tanjung Bunga, Ramon Piran juga mengaku telah menanyakan hal tersebut kepada Protokol Gubernur soal keberadaan gubernur. Tetapi hingga pukul 11.30 WITA belum ada tanda-tanda apakah ketiga korban itu bisa bertemu dengan Gubernur atau salah satu pejabat di Pemerintah Provinsi.

“Tadi katanya pak Gubernur lagi ada acara di rumah jabatan, jadi kami diminta untuk tunggu saja. Karena sampai dengan jam 11. 30 Wita, tidak ada kepastian, kami terpaksa pulang. Karena sorenya, kami bersama tiga orang korban penyanderaan terbang ke Larantuka untuk bertemu dengan keluarga mereka. Pada Rabu, 28 September ketiganya akan berangkat ke Desa Latonliwo,” papar Ramon.

Baca : Pemerintah TTU Keberatan Enam Titik di Perbatasan Masuk Timor Leste

Laurensius Lagadoni Koten menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten serta kecamatan yang telah berusaha sekuat tenaga membebaskan mereka dari kelompok bersenjata Abu Sayyaf selama dua bulan 10 hari. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berdoa banyak agar bisa selamat.

“Selama ditahan kelompok bersenjata Abu Sayyaf, kami hanya berharap pada mujizat. Sebab selama tinggal di sana, kami selalu dikasari dan hal itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Pengalaman hidup yang seperti itu tidak pernah kami lupakan,” ujar Laurensius.

Isteri Laurensius Koten, Eresiana Piter Boro mengaku bangga dengan upaya Pemerintahan Presiden  Joko Widodo untuk pembebasan sandera. “Selama dua bulan lebih, saya dan anak- anak hanya menunggu kabar soal suami yang masih disandera. Dan akhirnya hingga pada hari ini, suami saya dan dua temannya sudah diselamatkan. Kami juga berterimakasih karena kondisi kesehatan ketiga korban dalam keadaan baik- baik,” ungkapnya.

Untuk diketahui, ketiga korban penyanderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf yang bermarkas di Filipina Selatan itu berasal dari Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Mereka diculik di perairan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Saat diculik, Laurensius selaku juragan kapal, sedangkan Emanuel Arakian dan Theodorus Kopong masing- masing sebagai anak buah kapal.