Wabup Belu Pimpin Rakor Inpres RI Percepatan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, memimpin rapat Koordinasi tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2025. tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa Merah Putih.
Kegiatan dihadiri Dandim 1605/Belu, para Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah, dan Tim Pendamping Desa, Team Ahli Pengawasan KDKMP Wilayah NTT, serta Koordinator P3MD Belu berlangsung di Gedung Betelalenok Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Selasa (4/11/2025).
Dalam arahannya, Wabup Vicente menegaskan pentingnya percepatan realisasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan program prioritas nasional dan menjadi perhatian langsung Presiden RI.
Diutarakan bahwa, Presiden RI telah melakukan launching perdana, dan Belu menjadi salah satu daerah yang mendapat kepercayaan melalui pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Fatuketi.
“Kita bersyukur karena Kabupaten Belu menjadi salah satu daerah prioritas pembangunan koperasi merah putih,” ungkap Vicente.
Jelas dia, pembangunan gerai koperasi desa merah putih ini dilaksanakan oleh Agrinas Pangan Nusantara bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Vicente berharap, seluruh pihak terkait, terutama para camat dan kepala desa, untuk segera menyiapkan dan menyerahkan lahan yang dibutuhkan agar proses pembangunan dapat segera dimulai. Karena batas waktu tanggal 31 Januari 2026 semua telah selesai dibangun.
“Kita diminta mempercepat. Jadi tolong, Kepala Desa dan Camat segera koordinasi dengan Babinsa di perbatasan Belu. Lahan sekitar 600 meter persegi sudah cukup untuk buat pernyataan penyerahan kepada Kodim agar segera diunggah ke sistem Agrinas dan Mabes TNI,” ujar dia.
Lebih lanjut Wabup Vicente menekankan agar tidak ada penundaan administrasi di tingkat desa yang bisa menghambat proses pencairan anggaran dan pembangunan fisik koperasi.
“Jangan sampai kita menunggu berminggu-minggu hanya karena surat penyerahan lahan belum keluar. Begitu lahan siap dan terdata, anggaran akan langsung digelontorkan,” tambah dia.
Diketahui, rakor tersebut diakhiri dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mempercepat langkah di lapangan agar Kabupaten Belu siap sepenuhnya menjadi contoh percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah perbatasan.

