Petani Kelapa Banyuasin Tembus Pasar Dunia Bersama KULAKU

Bagikan Artikel ini

Banyuasin, NTTOnlinenow.com – Minimnya pendapatan petani kelapa dan susahnya akses pendidikan bagi anak-anak keluarga petani di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan menjadi latar belakang berdirinya KULAKU Indonesia. Mustopa Patapa, Founder sekaligus CEO KULAKU Indonesia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut dibangun dari nol berbasis social enterprise dan sudah melalui grafik naik turun dalam perjalanannya.

Perusahaan yang berlokasi di Palembang ini memiliki program-program yang bertujuan mengedukasi petani kelapa. Bekerja sama dengan YBM PLN, Bank Indonesia, pemerintah daerah dan kementerian RI. Program-program tersebut berfokus pada pemberdayaan dan pendampingan petani kelapa serta beasiswa pendidikan bagi anak petani kelapa mulai jenjang sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi. Saat ini 20 anak petani menjadi penerima manfaat KULAKU Indonesia.

Pemberdayaan dan pendampingan bertujuan mengedukasi petani kelapa agar bisa mengeliminasi kesulitan dalam proses perkembangan perusahaan. Semua upaya Mustopa bersama anak muda Banyuasin dalam meningkatkan taraf hidup petani kelapa Banyuasin tak kenal lelah, mereka meyakini usaha tim KULAKU dalam mengubah nilai produk agar lebih bernilai ekonomis tinggi. Ketimbang hanya dijual sebagai komoditi kelapa.

KULAKU akhirnya mendapatkan ruang kerja sama dan mendirikan 4 site produksi di Banyuasin. Produk turunan kelapa yang dibuat bersama petani kelapa yakni VCO, CCO, Nata De Coco dan charcoal. Produk tersebut sekarang memiliki pasar nasional dan bisa dinikmati di Palembang, Jakarta, Padang dan Jambi.

Proyeksi perluasan pemasaran produk KULAKU akan dilakukan di tahun 2023 guna menyasar pasar internasional seperti Malaysia, Jepang, Korea Selatan dan Nigeria. Bahkan di tahun 2024 KULAKU menargetkan pemasaran produk-produk turunan kelapa petani Banyuasin (termasuk sabut kelapa yang masih dikembangkan) ke pasar Eropa.

“Pengembangan produk dan pemberdayaan petani harus sejalan visi misi perusahaan. Kami adalah perusahaan social enterprise. Jadi tolok ukur utama perusahaan berkembang adalah meningkatnya kesejahteraan petani kelapa dampingan KULAKU,” tutur Mustopa Patapa, CEO KULAKU Indonesia, Alumni BAKTI NUSA.

KULAKU sudah memanen berbagai prestasi di berbagai sektor, salah satunya semakin dikenal pasca menjadi perwakilan Indonesia di Dubai dalam Expo 2020 bersama Kementerian Koperasi dan UMKM RI. KULAKU juga mendapat penghargaan dari pemerintah daerah hingga badan internasional seperti UNDP dan Youth Co:Lab Asia and Pacific Summit dan didapuk menjadi perwakilan Indonesia pada forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 2022.

Semoga semakin banyak anak muda yang merasa gelisah ketika melihat bahwa masih banyak keterbatasan dalam bidang ekonomi dan pendidikan di daerah-daerah yang belum dengan mudah dijangkau oleh pemerintah. Sehingga menumbuhkan ide-ide kreatif membangun usaha dengan mengembangkan potensi wilayah tersebut berbasis sosial enterprise. Berkembang dan bertumbuh bersama demi Indonesia berdaya dan Berjaya di masa depan. (*)