Dua Titik Jalan Sabuk Merah di Belu Perbatasan RI-RDTL Putus Total

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jalan sabuk merah di Kabupaten Belu perbatasan RepubIik Indonesia dan Republik Demokratic Timor Leste (RI-RDTL) putus total setelah diguyur hujan deras sejak kemarin, Jumat (3/2/2023).

Akibat bencana alam itu, terdapat dua titik ruas jalan sabuk merah yakni di Dusun Oeleu, Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur dan Dusun Tohosleo, Desa Mahuitas, Kecamatan Lamaknen tidak bisa dilewati kendaraan.

Diketahui, ruas jalan di dusun Oeleu menghubung Desa Sadi, Sarabau dan Ibu Kota Kecamatan. Sementara ruas jalan di dusun Tohosleo menghubungkan Desa Makir, Kewar dan Ibu Kota Kecamatan.

Tak hanya ambruk, ruas jalan sabuk merah yang menghubungkan antar Kecamatan di wilayah Lamaknen itu mengakibatkan warga harus terisolasi karena tak bisa melintas.

Informasi yang berhasil diperoleh media, Sabtu (4/2) bahwa bencana tersebut terjadi akibat curah hujan yang terus menerus yang melanda wilayah perbatasan Belu. Aparat Polsek Tastim dan Lamaknen langsung ke lokasi dan memasang tanda larangan.

Dua Titik Jalan Sabuk Merah di Belu Perbatasan RI-RDTL Putus Total

Di titik Mahuitas, sebelumnya jalan tersebut sudah retak sebagiannya dan panjang longsor sekitar 25 meter dan juga tanah yang tidak labil.

Terkait bencana itu, Polsek Lamaknen telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan menghimbau warga masyarakat untuk tidak melewati lokasi jalan longsor itu.

“Kita sudah turun ke lokasi dan pasang tanda larangan. Untuk korban jiwa dan material tidak ada,” sebut Kapolsek Lamaknen, Ipda Yesaya Lontorin.

Lanjut dia, unntuk saat ini ruas jalan sabuk di wilayah Mahuitas tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Untuk bepergian ke desa tetangga atau ibu Kota Kecamatan masyarakat Desa Makir dan Desa Lamaksanulu bisa melalui jalur Raihat.