Pohon Natal Ini Terbuat dari Makanan Jagung dan Cabe Merah Besar
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pohon Natal tidak selalu dibuat menggunakan pohon cemara, tapi juga bisa dibentuk menggunakan hasil komoditi pertanian.
Seperti halnya, pohon Natal yang terletak di depan Toko Karisma, simpang empat pasar baru Atambua, Kelurahan Beirafu, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.
Berbeda dengan lainnya, pohon Natal setinggi 5 meter ini terbuat dari jagung dan cabe besar. Jenis jagung manis, pulut, pulut manis dan cabe merah besar segar itu dibentuk sedemikian rupa menyerupai pohon cemara.
Pada bagian puncak pohon Natal terdapat hiasan bintang besar. Selain itu, pernak-pernik Natal seperti lampu, pita melingkari barisan jagung dan cabe merah.
Tidak saja itu, hiasan lain berupa kotak Natal hingga sinterklas terpajang mengelilingi pohon Natal yang membuat tampilannya pohon yang dirangkai dari jagung dan cabe itu jadi indah.
Diketahui, pohon Natal dari varietas jagung dan cabe merah besar itu hasil kerjasama Perusahaan Panamerah, Toko Karisma, PPL serta petani milenial Atambua.
Menurut Eben Taemnanu, konsep pohon Natal dari komoditi pertanian ini sudah dilakukan sejak tahun kemarin yang menggunakan cabe merah besar dan cabe keriting.
Dijelaskan, untuk tahun ini konsep pembuatan pohon Natalnya kita menggunakan jagung manis, jagung pulut, jagung pulut manis juga cabe merah besar.
“Jadi ada beberapa varietas yang coba kami kenalkan seperti jagung sisipkan juga dengan cabe merah,” terang Eben selaku perwakilan perusahaan Panamerah.
Dikatakan, tujuan pembuatan pohon Natal gunakan jagung dan cabe merah ini salah satunya untuk menunjukan varietas atau komoditi pertanian kepada warga.
“Harapan kita dengan pengenalan varietas jagung dan cabe merah melalui pohon natal ini bisa dikenal masyarakat untuk dikembangkan sehingga bisa menambah penghasilan ekonomi,” pinta Eben.
Sementara itu, Petrus Mulianto selaku pemilik toko Karisma menuturkan, tujuan dari pembutan pohon Natal ini supaya bisa memotivasi masyarakat petani belu, sehingga bisa kembangkan varietas jagung manis, jagung pulut dan cabe merah.
“Kita harus memperkuat tanaman pangan salah satunya melalui pengembangan jagung dan cabe, karena permintaan pakan jagung sangat tinggi,” ungkap Petrus.

