Studium Generale United Nations and Youth Bagi Ratusan Mahasiswa di Ende

Bagikan Artikel ini

Ende, NTTOnlinenow.com – Mr. Miklos Gaspar selaku direktur Kantor Pusat Informasi PBB di Indonesia memberi kuliah umum atau Studium Generale United Nations and Youth kepada ratusan mahasiswa di Ende.

Kuliah umum digelar di Universitas Flores (Uniflor) dan difasilitasi oleh Fakultas Sastra Inggris, Universitas Flores ini, dilaksanakan pada Senin (12/12/2022) lalu bertempat di Auditorium Herman Joseph Gadi Djou (Aula Uniflor).

Kuliah Umum dengan tema “Bagaimana Generasi Muda Menghadapi Krisis Multi Dimensi Tahun 2023″.

Topik utama yang dibahas terkait peran Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tanggapan kaum muda dalam menghadapi krisis multi dimensi.

Kegiatan kuliah umum ini mengikutsertakan para mahasiswa dari enam kampus yang ada di Kabupaten Ende yaitu Universitas Flores (Uniflor), Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM), Akademi Komunitas Mapindo,Sekolah Tinggi Pastoral (Stipar), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP SIMBIOSIS), dan Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) serta 600 orang partisipan dari beberapa kampus yang ada di Flores.

Hal yang sangat ditekankan dan diharapkan oleh Rektor Uniflor Dr. Simon Sira Padji, M.A pada sambutanya yaitu para mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dapat menyimak dan mampu menciptakan suasana diskusi yang hidup serta dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa yang adalah kaum muda sebagai masa depan bangsa yang memberikan perubahan bagi negara.

Sementara itu dalam perkuliahan ini, Mr. Miklos Gaspar menjelaskan bahwa generasi muda merupakan garda terdepan dalam menghadapi krisis multi dimensi di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Kaum muda harus peka menanggapi krisis multi dimensi seperti kemiskinan, pengangguran, radikalisme, tidak meratanya pembangunan, korupsi, serta narkoba.

“Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melihat kepentingan kaum muda serta melibatkan dan melayani kaum muda. Salah satu contoh, Organisasi Pengembangan Industri PBB atau United Nations Industrial Development (UNIDO), bekerja untuk mendukung ribuan usaha kecil dan menengah disektor perikanan untuk memenuhi standar internasional serta meningkatkan akses pasar. Hal ini UNIDO memberikan perhatian khusus pada keterlibatan kaum muda sebagai peserta dalam proyek tersebut,” ujar Mr. Miklos Gaspar.

Partisipasi para mahasiswa menjadi perhatian pada perkuliahan ini. para mahasiswa yang tergabung dari enam kampus yang berada di Kabupaten Ende ini, berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang begitu menghidupkan suasana diskusi.

“Sebelumnya ada pertanyaan dari anda, apa yang dilakukan PBB terhadap kaum muda? Saya kembali bertanya kepada anda. Apa yang bisa kaum muda lakukan untuk negara anda?,” tanya Mr. Miklos.

Pertanyaan Mr. Miklos ini, membutuhkan jawaban dari para mahasiswa yang bersifat rekontruksi.

Jawaban dari para mahasiswa dalam perkuliahan ini, layak diberikan apresiasi karena memberikan perspektif yang dapat membangun. Selain memberikan pertanyaan dan mengangkat problem tentang krisis multi dimensi, ada juga solusi yang diberikan untuk mengatasi problem tersebut.

Berdiskusi mengenai problem yang ada di tanah air ini, juga merupakan bentuk konkret dari rasa peduli terhadap negara yang mampu mengubah paradigma kaum muda yang memiliki sifat acuh menghadapi masalah-masalah sosial yang ada. Menjadi persoalan jika kaum muda merasa gerakan pembaharuan bukanlah menjadi tanggungjawab yang harus dijalani.

“Zaman sekarang hal-hal seperti handphone, pakaian, mobil menjadi prestise yaitu manusia lebih menuankan hal-hal yang menyangkut kesenangan dibandingkan membawa perubahan baru untuk negara,” ujar Mr. Miklos diakhir diskusi. (Paulus Devian Asno Gobang)

Studium Generale United Nations and Youth Bagi Ratusan Mahasiswa di Ende

Ende, NTTOnlinenow.com – Mr. Miklos Gaspar selaku direktur Kantor Pusat Informasi PBB di Indonesia memberi kuliah umum atau Studium Generale United Nations and Youth kepada ratusan mahasiswa di Ende.

Kuliah umum digelar di Universitas Flores (Uniflor) dan difasilitasi oleh Fakultas Sastra Inggris, Universitas Flores ini, dilaksanakan pada Senin (12/12/2022) lalu bertempat di Auditorium Herman Joseph Gadi Djou (Aula Uniflor).

Kuliah Umum dengan tema “Bagaimana Generasi Muda Menghadapi Krisis Multi Dimensi Tahun 2023″.

Topik utama yang dibahas terkait peran Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tanggapan kaum muda dalam menghadapi krisis multi dimensi.

Kegiatan kuliah umum ini mengikutsertakan para mahasiswa dari enam kampus yang ada di Kabupaten Ende yaitu Universitas Flores (Uniflor), Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM), Akademi Komunitas Mapindo,Sekolah Tinggi Pastoral (Stipar), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP SIMBIOSIS), dan Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) serta 600 orang partisipan dari beberapa kampus yang ada di Flores.

Hal yang sangat ditekankan dan diharapkan oleh Rektor Uniflor Dr. Simon Sira Padji, M.A pada sambutanya yaitu para mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dapat menyimak dan mampu menciptakan suasana diskusi yang hidup serta dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa yang adalah kaum muda sebagai masa depan bangsa yang memberikan perubahan bagi negara.

Sementara itu dalam perkuliahan ini, Mr. Miklos Gaspar menjelaskan bahwa generasi muda merupakan garda terdepan dalam menghadapi krisis multi dimensi di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Kaum muda harus peka menanggapi krisis multi dimensi seperti kemiskinan, pengangguran, radikalisme, tidak meratanya pembangunan, korupsi, serta narkoba.

“Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melihat kepentingan kaum muda serta melibatkan dan melayani kaum muda. Salah satu contoh, Organisasi Pengembangan Industri PBB atau United Nations Industrial Development (UNIDO), bekerja untuk mendukung ribuan usaha kecil dan menengah disektor perikanan untuk memenuhi standar internasional serta meningkatkan akses pasar. Hal ini UNIDO memberikan perhatian khusus pada keterlibatan kaum muda sebagai peserta dalam proyek tersebut,” ujar Mr. Miklos Gaspar.

Partisipasi para mahasiswa menjadi perhatian pada perkuliahan ini. para mahasiswa yang tergabung dari enam kampus yang berada di Kabupaten Ende ini, berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang begitu menghidupkan suasana diskusi.

“Sebelumnya ada pertanyaan dari anda, apa yang dilakukan PBB terhadap kaum muda? Saya kembali bertanya kepada anda. Apa yang bisa kaum muda lakukan untuk negara anda?,” tanya Mr. Miklos.

Pertanyaan Mr. Miklos ini, membutuhkan jawaban dari para mahasiswa yang bersifat rekontruksi.

Jawaban dari para mahasiswa dalam perkuliahan ini, layak diberikan apresiasi karena memberikan perspektif yang dapat membangun. Selain memberikan pertanyaan dan mengangkat problem tentang krisis multi dimensi, ada juga solusi yang diberikan untuk mengatasi problem tersebut.

Berdiskusi mengenai problem yang ada di tanah air ini, juga merupakan bentuk konkret dari rasa peduli terhadap negara yang mampu mengubah paradigma kaum muda yang memiliki sifat acuh menghadapi masalah-masalah sosial yang ada. Menjadi persoalan jika kaum muda merasa gerakan pembaharuan bukanlah menjadi tanggungjawab yang harus dijalani.

“Zaman sekarang hal-hal seperti handphone, pakaian, mobil menjadi prestise yaitu manusia lebih menuankan hal-hal yang menyangkut kesenangan dibandingkan membawa perubahan baru untuk negara,” ujar Mr. Miklos diakhir diskusi. (Paulus Devian Asno Gobang)