Buser Polres Belu Ringkus Pelaku Curanmor Milik Wartawati RRI

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Tim Buser Polres Belu dibawah pimpinan Brigpol Naris Nuwa berhasil meringkus Alfonsius Bere (27) pelaku pencurian sepeda milik salah satu wartawati RRI Atambua.

Pelaku Alfonsius Bere diketahui warga Salore, Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu diringkus Tim Buser Polres Belu dikediamannya pukul 22.50 Wita.

Selain meringkus pelaku curanmor, Polisi juga berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang menjadi barang bukti kasus tersebut.

“Pelaku beserta barang bukti motor Jupiter kita amankan di kediamannya di Salore,” terang Naris Nuwa.

Diketahui, keberadaan sepeda motor Jupiter itu diinformasikan Stefanus Dilepayong, Wartawan Inews Belu melalui Whatsaap grup Pena Batas RI-RDTL usai bertemu motornya di cabang SBB Haliwen, Desa Kabuna.

Selanjutnya Evan sapaan akrab Ketua IJTI NTT itu menghubungi pihak Kepolisian Polres Belu guna melaporkan kejadian bertemu sepeda motor yang hilang sejak awal bulan lalu itu.

Tidak butuh waktu lama Tim Buser Polres Belu dibawah pimpinan Brigpol Naris Nuwa dan rekan-rekan media langsung bergerak menuju titik lokasi dan berhasil meringkus pelaku tanpa perlawanan serta amankan sepeda motornya.

Pelaku Alfonsius Bere beserta barang bukti sepeda motor langsung digiring ke Mapolres Belu guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sepeda motor milik Febby Leo Lede wartawati RRI hilang di depan rumah Kalpataru area kompleks Kompi Brimob Lapangan Umum Atambua saat korban sedang melakukan tugas peliputan.

Sementara itu, pelaku Alfonsius Bere aat ditanyai media mengaku dirinya nekat mengambil sepeda motornya lantaran kunci motor yang tidak dicabut pemilik di bagian sadel motor.

“Saya lihat kunci tidak cabut, saya langsung bawa motor ke Salore kemudian ke Nurobo. Saat tiba di patung kuda putih orang tahu motornya dan saya dikejar ikut jalur Lolowa tapi mereka tidak dapat saya,” terang dia.

Dikatakan, dirinya sempat menawarkan motor untuk ditukar dengan sapi tapi tidak berhasil. Selain itu sempat mau jual tapi orang yang ma beli tidak jadi karena tidak ada surat-suratnya.