Sebagian Warga di Belu Perbatasan RI-RDTL Belum Nikmati Aliran Listrik
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hingga saat ini masih terdapat sebagian besar warga masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL yang belum sepenuhnya menikmati aliran listrik.
Pasalnya, sejumlah kepala keluarga di Kecamatan Raimanuk dan Nanaet Duabesi wilayah Belu yang berbatasan langsung dengan eks Provinsi ke-27 Timor-Timur (Negara Timor Leste) belum dialiri jaringan listrik.
Menurut Anggota DPRD Belu Kristoforus Rin Duka, terdapat 20 kepala keluarga di Dusun Lalere dan sekitar 50 kepala keluarga di Dusun Tarutu, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk yang belum nikmati penerangan listrik.
“Hari Selasa kemarin warga dari dua Dusun di Raimanuk datang mengadu ke DPRD Belu lantaran kesal dengan pihak PLN,” ujar dia kepada media, Jumat (11/2/2020).
Isto sapaan akrab Anggota DPRD Fraksi Demokrat itu menuturkan, warga kesal lantaran di tahun 2020 lalu waktu penyambungan listrik ke Desa Renrua sebagian besar tiang listriknya sudah diturunkan. Namun, sebagian tiangnya diangkut kembali oleh pihak PLN tanpa suatu kejelasan.
“Warga juga tidak tahu sampai saat ini. Menurut warga, sesuai informasi di tahun 2020 itu juga janji akan direalisasikan penerangan listrik. Tapi warga menanti sampai sekarang tidak ada, itu yang menjadi persoalan maka mereka datangi DPR,” ujar dia.
Sementara itu, di Dusun Makokon, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi terdapat 25 kepala keluarga belum ada jaringan listrik. Sedangkan di Dusun Wekmotis, Desa Nanaet terdapat 37 kepala keluarga sudah ada jaringan namun masih gunakan tiang darurat.
“Ini dusun menuju ibu kota Kecamatan yang ada di Fohoeka sepanjang 7 kilo meter kurang lebih 150 tiang yang menjdi perhatian, dan juga di dusun Wedele, Desa Duabesi,” ungkap Isto.
Diharapkan kepada pihak PLN ada perhatian, karena mereka warga di wilayah pelosok juga membutuhkan penerangan. Bukan saja di Dusun Tarutu dan Lalere, tapi juga ada di desa tetangga yakni Desa Mandeu Raimanus di dusun Bekotaruik dan Desa Mandeu di dusun Tukunu.
Tambah Anggota DPRD dapil IV itu, menyikapi program Presiden soal Indonesia terang, secara bertahap tentu ini menjadi tugas PLN. Wilayah Kabupaten Belu secara keseluruhan sudah 100% listrik masuk ke desa-desa.
Namun, yang menjadi perhatian lagi adalah jaringan listrik masuk ke dusun-dusun terutama wilayah pelosok. Maka diharapkan juga kepada Camat dan para Kepala Desa, agar bersurat ke PLN, sehingga menjadi dasar untuk ditindaklanjuti.
“Bila perlu pihak Kecamatan mengundang PLN untuk turun langsung ke lokasi lakukan survei sehingga bisa melihat langsung jumlah kebutuhan yang ada,” pinta Isto.

