Final Recurve PON XX Papua: Rezza vs Diananda, Bagas vs Hanif, Siapa Terbaik ?

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Sentani, NTTOnlinenow.com – Cabang Olahraga Panahan hari ini menyelesaikan babak eliminasi nomor recurve dan menempatkan punggawa pelatnas Panahan Indonesia di partai final. Bertempat di venue Panahan Kampung Harapan, kamis (30/9/2021), tepat pukul 09.00 WIT babak eliminasi divis recurve dipertandingkan untuk kategori putra dan putri.

Mendapat bye di awal pertandingan, Rezza Octavia (Papua), Titik Kusumawardhani (DIY), Diannda Choirunisa (Jatim), 3 srikandi penghuni Pelatnas tampil bagaikan mesin disel, pelan tapi pasti. Rezza dan Diananda nyaris terlempar di babak perempat final, namun berkat jam terbang dan mental juara keduanya, bisa keluar dari tekanan hingga menyegel tiket final.

Dukungan suporter tuan rumah membuat perempuan berdarah Batak ini mampu bangkit dan menyisihkan rival yang juga seniornya Titik Kusumawardhani. Pada nomor recurve putri, Kontingen Papua berharap dapat mendulang emas. Demikian juga andalan Jawa Timur Deananda yang mendapat dukungan dari rekan-rekannya, bisa mematahkan perlawanan Linda Lestari (Kalteng) dengan skor 6-2.

Ini duel maut, keduanya baik Rezza dan Diananda pantas masuk final. Partai final akan menjadi pembuktian, siapa yang layak naik ke podium juara ? Diannda, Rezza, Titik merupakan trio srikandi Indonesia yang dipersiapkan ke ajang olimpiade Tokyo beberapa waktu lalu, namun Rezza dan Titik gagal melangkah ke Olimpiade Tokyo karena tim putri Indonesia gagal mendapatkan tiket olimpiade.

Pada recurve individu putra, pertemuan dua penghuni pelatnas tidak terhindarkan. Alvianto Bagas Prastyadi mendapat bye pada awal babak elimanasi tampil prima hingga mampu menyingirkan seniornya Hendra Purnama (DIY) di semi final dengan skor 6-5. Pada partai final, atlit muda yang mampu mencuri perhatian di olimpiade Tokyo, akan bertemu seniornya M.Hanif Wijaya (Jambi). Di semi final Hanif menang telak atas Rm.Muhammad Rizqi Kusumo (DKI) dengan skor 6-0.

Bagas yang sempat diramal akan menjadi the next Riau Ega, merupakan pendatang baru di pelatnas, sedangkan M.Hanif merupakan seniornya di pelatnas yang sudah kenyang pengalaman internasional.

Usai pertandingan coach Papua Wiryawan R.Yohane menyambut gembira atas pencapain anak didiknya Rezza Octavia pada nomor recurve putri. Wajahnya tampak berkaca-kaca, karena hasil ini diluar ekspektasinya. Menurut coach Iwan, pada nomor perorangan sangat ketat sekali, untuk itu dia malah lebih berharap pada nomor beregu baik recurve maupun compound.

“Sebagai tuan rumah pressure terhadap Rezza sangat tinggi, tapi paling tidak sebagai pelatih saya selalu menenagkan dan memberikan fighting spirit apalagi dengan kondisi angin seperti ini”, tutur Iwan.

Melawan Diananda coach Iwan begitu dia disapa, menilai peluang keduanya berimbang, tidak ada strategi khusus, karena Rezza tahu apa yang harus dia lakukan. Sebagai coach tugas saya menenangkan dia, karena kita tahu dipundaknya kami berharap semoga dia bisa memberikan yang terbaik untuk Bumi Cendrawasih.

Sementara itu Coach Permadi Wibowo dengan penampilannya yang tenang tak henti-hentinya bersyukur, namun dia tetap waspada karena perjuangan belum usai. Menurutnya pertandingan tadi berimbang karena Hendra Purnama pemanah yang hebat, dan Bagas merupakan bakat muda yang luar bisa. Keduanya sama-sama hebat, namun Bagas lebih beruntung pada bidikan shoot off.

Menurut Permadi, kunci keberhasilan Bagas hingga bisa bertahan sampai partai final adalah terus menjaga kondisi, dan sebagai pelatih kami hanya mendorong agar tetap tenang dan cermat dalam membaca situasi apapun.

“Target kami emas di nomor ini, karena Jateng sudah lama puasa emas, mohon doanya semoga di fiinal Bagas bisa tampil lebih baik lagi”, tegas coachyang menyukai music cadas yang selalu tampih humoris.