Anaknya Dituduh Ancam Warga Dengan Senjata Tajam, Mantan Bupati TTU Bilang Itu Fitnah

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Rio Fernandes, anak kandung dari mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, dikabarkan membuat ulah yang meresahkan.

Pengakuan korban, Melkior Taeki Nahas, seorang warga di Desa Haulasi, ia nyaris dibacok dengan sebilah kelewang terhunus di tangan Rio pada Selasa (7/9/2021) malam.

Namun Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, mantan Bupati TTU, membantah keras dan memberi Klarifikasi terkait hal itu.

Nyatanya ada dua versi berbeda tentang fakta yang terjadi.

Pertama, fakta menurut versi dari warga dan korban. Dan kedua, fakta menurut versi mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.

Menurut Melkior Taeki Nahas, ia nyaris jadi korban dibacok Rio Fernandes. la lalu menuturkan kronologinya. Selasa (7/9/2021) sore, ia dan adiknya baru pulang kerja dari Desa Suanae menuju Desa Haulasi.

Keduanya mengendarai sepeda motor. Ada juga dua sepeda motor yang menyusul dari belakang. Dekat sebuah persimpangan, mereka mencoba melambung untuk mendahului sebuah mobil Toyota Hilux warna merah hati.

Namun sang pengendara tidak memberi jalan. Saat hendak melambung, mobil Toyota Hilux tiba-tiba berhenti dengan posisi memalang jalan. Sehingga Taeki Nahas dan adiknya nyaris jatuh karena sepeda motor keluar dari badan jalan untuk menghindari tabrakan. “Kami jalan terus dan tidak menggubris. Namun kami dikejar lagi mobil itu hingga tiba di depan rumah. Ternyata yang turun Pak Raymundus Sau Fernandes, mantan Bupati TTU,” kisah Taeki Nahas.

Ia lalu meminta maaf sampai tiga kali. Namun dari arah samping mobil, kisah Taeki Nahas, datang RF membawa kelewang.

“Karena takut dibacok, kami melarikan diri. Namun sepeda motor kami dibawa RF. Sementara Pak Ray membawa mobil. Mereka bergerak ke arah Kefamenanu,’ jelas Taeki Nahas.

Tengah malam, lanjutnya, keluarga dan kerabat dari Ray Fernandes datang meminta maaf secara adat, membawa sirih pinang, ayam satu ekor dan sopi.

Namun fakta yang diungkapkan Raymundus Fernandes, berbeda versinya.

Mantan Bupati TTU dua periode ini menegaskan, justru mereka yang jadi korban fitnah dan dimaki dengan kata – kata kasar.

Saat itu, lanjutnya, ia dan anak buahnya yang bernama Herry baru pulang ‘timbang asam’ (bisnis jual beli asam jawa, Red) dari desa. Mobil penuh dengan muatan asam. Mobilnya berpapasan dengan dua pemuda yang sedang berboncengan sepeda motor. Mereka berusaha melambung mobil. Namun karena jalan berlubang dan sempit serta mobil bermuatan berat, pihaknya tidak bisa menepikan mobil untuk memberi jalan.

“Tiba-tiba kami dimaki dengan kata kasar bilang: t*lo b*a. Karena itu saya parkir mobil dan turun tanya kenapa kami dimaki. Tapi mereka melarikan diri,’ jelas Raymundus Sau Fernandes.

Karena warga sekitar mengaku tidak tahu siapa dua pemuda itu, maka sepeda motor tanpa plat nomor dibawa Herry, kerabatnya yang sebelumnya duduk satu mobil, di sampingnya.

Sebab jika ditinggalkan, lalu sepeda motornya hilang, takutnya mereka dituduh sebagai penyebabnya. Karena itu sepeda motornya dibawa untuk diamankan sementara.

“Jadi tidak ada anak saya di mobil seperti pengakuan korban. Tapi kerabat saya yang bernama Herry. Dan tidak ada yang bawa kelewang. Jadi semua yang diungkap korban itu fitnah”, bantah Ketua DPD Nasdem NTT ini.

Meski demikian, sepeda motor itu dikembalikan, Selasa malam itu juga. Dan rencananya, Rabu malam, masalah itu akan diselesaikan secara adat dan secara kekeluargaan.