Sinergitas Gereja dan Satgas Yonif 742/SWY Hadirkan Rumah Literasi Anak Bangsa Atapupu
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Rumah Literasi Anak Bangsa Paroki Stella Maris Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL diresmikan, Rabu (18/8/2021) sore.
Peresmian pemanfaatan taman baca di kompleks Paroki Atapupu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY Lektol Inf. Bayu Sigit Dwi Untoro didampingi Pastor Paroki Atapupu, Romo Yoris Giri, Pr dengan menerapkan prokes.
Hadir dalam acara tersebut, tokoh agama dan pengurus DPP Paroki Atapupu, Wadan Satgas bersama para Danki serta jajaran Perwira Yonif 742, Pimpinan Bank, Kepala TBBM Atapupu, Danramil Atapupu, Kapolsek Kakuluk Mesak, Pengusaha serta tamu undangan lainnya.
Menurut Romo Yoris, pembangunan rumah literasi anak bangsa ini berangkat dari sebuah keprihatinan kami di perbatasan dalam menumbuhkan minta baca anak, membina pendidikan di tengah pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Atapupu.
Dikatakan, dalam mendukung pendidikan anak baik dari tingkat SD, SMP dan SMA, secara personal pihaknya mendekati Dansatgas Yonif 742. Dimana menyampaikan bahwa, warga Atapupu di perbatasan memimpinkan berdirinya sebuah literasi anak bangsa.
“Disinilah akan terjadi kegiatan-kegiatan pendidikan secara lain bersama agen-agen pendidik pastoral yang kebanyakan bapa ibu guru yang akan membantu kami dalam mendidik anak-anak, membina, melatih baca dan tulis, ada juga puisi dan drama,” terang Yoris.
Selain itu jelas dia, ada pula literasi kesehatan, literasi ekonomi, literasu sosial budaya dan lain sebagainya. Sehingga apa yang kita prihatinkan dimasa kini tidak terjadi lagi di masa depan.

“Terimaksih untuk Dansatgas bersama jajarannya. Sebuah kebanggaan kami, bahwa trisula sudah berdiri dan tertancap di hari warga perbatasan Belu. Bahwa keprihatinan Bapak Dansatgas bersama prajurit juga membantu kami mengatasi keprihatinan kami,” ujar Yoris.
“Sehingga kedepan anak-anak di perbatasan ini tidak kalah dengan anak-anak di daerah lain. Terimaksih juga kepada warga dan rekan-rekan lain yang telah berpartisipasi turut membangun rumah literasi ini,” sambung Pastor Paroki Atapupu itu.
Dengan kehadiran rumah literasi anak bangsa ini diharapkan, warga umat paroki Atapupu tolong merawat rumah literasi anak bangsa ini demi keberlangsungan anak-anak kita di perbatasan Belu.
Sementara itu Dansatgas Yonif 742/SWY Lektol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro menuturkan, pembangunan rumah literasi anak bangsa ini bukan hanya kita dari Satgas tapi dibantu dengan tokoh agama dan warga disini berbaur dan antusias membangun rumah ini.
“Kalau tanpa ada kerjasana yang kuat antara Satgas dan warga disini pembangunan rumah tidak selesai,” terang dia.
Alasan mendasar membangun rumah ini tidak ada dalam program kami sebelum melaksanakan tugas pengamanan di Belu perbatasan RI-RDTL. Kami saat di sini langsung bertemu duluan Romo Yoris, dan dalam perbincangan, Romo pingin ada perpustakaan di masa pandemi.
“Kami juga bantu lima ratus buku belajar, 113 Alkitab untuk rumah literasi ini, juga ada dari beberapa instansi dan hampir 1000 lebih buku di rumah literasi ini,” sebut Sigit.
Lanjut dia, kami sebelum melaksanakan tugas sudah dibekali dengan bagaimana cara mengajar dan sebagainya. Dengan sisa waktu tiga bulan tugas kami disini, dari Satgas kami siapkan tenaga pendidik untuk membantu anak-anak belajar.

