KBRI Dili Jemput Bola Vaksinasi Covid – 19 WNI di Perbatasan RI – RDTL
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili Timor Leste, menjemput bola melakukan vaksinasi Covid – 19 di Oecusse bagi Warga Negera Indonesia (WNI) di Perbatasan RI – RDTL, Senin (28/06/ 2021).
Dalam Siaran Pers bernomor 101/KBRI-KP/VI/2021 yang diterima NTTOnlinenow.com, Selasa (29/06/2021) pagi, Marya Onny Silaban, Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse, mengatakan pada Senin kemarin telah dilakukan program vaksinasi Covid – 19 untuk WNI yang tinggal di perbatasan RI.
“Sekitar 50 orang WNI yang tinggal di perbatasan kota Oecusse (baca: Okusi), Timor-Leste, telah mengikuti program vaksinasi Covid-19”, kata Marya Onny Silaban.
Dikatakannya, Vaksin Astra Zeneca merupakan dosis pertama yang diberikan oleh vaksinator dari Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Oecusse kepada WNI yang mendaftar diri di Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse.
“Sebanyak 36 WNI mendaftarkan diri ke Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse dengan membawa paspor dan tertib mengantre untuk divaksin. Dan 14 orang lainnya divaksin di tempat terpisah”, ungkap Marya.
Pelaksanaan Vaksinasi Covid – 19 kemarin, lanjut Marya Onny Silaban, terlaksana atas koordinasi baik Pemerintah Timor – Leste khususnya Pemda Kota Oecusse dan WHO Timor – Leste.
“KBRI Dili berupaya agar WNI di perbatasan terutama yang berdomisili di kota di Timor – Leste yang berbatasan darat dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat vaksin Covid – 19. Upaya KBRI Dili ini merupakan wujud pelayanan publik dan perlindungan WNI dari Covid-19,” lanjut Onny Silaban.
Menurutnya, keikutsertaan WNI pada program vaksinasi Covid – 19 di Timor – Leste ditujukan untuk membentuk kekebalan komunal yang lebih luas di perbatasan Oecusse – Timor Leste dan NTT – Indonesia sepanjang 268,8 kilo meter.
“Para petugas pengamanan perbatasan kedua negara melakukan pengamanan ekstra ketat di sepanjang perbatasan untuk mencegah perlintasan ilegal yang berpotensi mentransmisikan virus Covid – 19 lintas – batas,” kata Onny Silaban.
Sebelum vaksinasi dimulai, Maya Silaban menjelaskan lebih lanjut, terlebih dahulu para vaksinator merespon berbagai pertanyaan peserta vaksin mengenai efikasi vaksin, makanan yang harus dihindari setelah vaksin, keberlakuan kartu vaksin, dan lain – lain. Selanjutnya, menurtu Marya Silaban tidak ada kendala yang dialami selama vaksin berlangsung. Namun beberapa WNI diketahui memiliki riwayat hipertensi, hipotensi dan autoimun.

Di waktu yang sama, vaksinator Nilda Maria da Costa, Kepala Bagian Kesehatan Ibu dan Anak, Kadis Kesehatan Oecusse menjelaskan, dalam.oelaksanaan Vaksinasi Covid – 19, Pemerintah Timor – Leste menggunakan dua jenis Vaksin.
“Kita menggunakan dua jenis vaksin, yaitu Astra Zeneca dan Sinovac. Tahap pertama Vaksinasi Covid – 19 di Timor-Leste telah diawali bulan April 2021 dengan prioritas warga Timor – Leste yang bertugas di perbatasan, aparat publik, tenaga kesehatan, pemuka agama dan kalangan diplomatik. Tahap kedua vaksinasi dimulai bulan Juni 2021 dengan prioritas penderita penyakit kronis, lansia di atas 60 tahun dan penderita disabilitas”, jelas Nilda Maria da Costa.
Sementara, Getrodis Sole dan Fredikus Jemmi Silvester, dua WNI kawin silang, menyambut baik inisiatif jemput bola Kantor Penghubung KBRI Dili agar WNI di perbatasan Oecusse dapat divaksin.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KBRI Dili dan Pemerintah Timor – Leste yang telah membantu kami WNI di Oecusse mendapatkan vaksinasi Covid-19,” ujar Getrodis dan Fredikus.
Sebagai informasi tambahan, bahwa jumlah WNI di Timor – Leste, berdasarkan data calon pemilih dalam DPT Pemilu 2019, mencapai 3400 orang namun sebagian besar telah pulang ke Indonesia di awal pandemi Maret 2020.
Kementerian Kesehatan Timor-Leste menyebutkan sejak 7 April hingga 28 Juni 2021 di Timor-Leste tercatat 194.546 orang telah mendapat dosis pertama dan 25.421 orang mendapat dosis kedua. Adapun angka kumulatif kasus positif Covid – 19 di Timor-Leste sejak Maret 2020 – 28 Juni 2021 tercatat 9055 kasus terdiri dari 801 kasus aktif, 8233 sembuh dan 21 meninggal.
Rata-rata harian kasus baru positif Covid-19 di Timor-Leste dalam seminggu terakhir di bawah 30 orang. Pemerintah Timor-Leste melakukan pembatasan ketat mobilitas masyarakat baik di dalam wilayah nasional maupun lintas batas negara kecuali untuk alasan mendesak dan alasan kemanusiaan.
Selama pandemik Covid-19, KBRI Dili telah memfasilitasi visa dengan alasan kemanusiaan kepada warga Timor – Leste yang ingin berobat ke Indonesia.
“Kebijakan bebas visa kepada warga negara asing ditangguhkan selama masa pandemi, namun Pemerintah Indonesia dapat memberikan visa untuk alasan kemanusiaan seperti tujuan berobat. Warga Timor – Leste juga sangat membutuhkan obat-obatan dari Indonesia, untuk itu KBRI Dili memfasilitasi kemudahan impor obat-obatan dari Indonesia ke Timor – Leste selama pandemi ini,” beber Onny Silaban.
Informasi tambahan, terdapat tiga Provinsi di Timor Leste yang berbatasan dengan NTT, yaitu Provinsi Oecusse berbatasan dengan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Bobonaro berbatasan dengan Kabupaten Belu dan Provinsi Covalima berbatasan dengan Kabupaten Malaka.
Oecusse sebagai wilayah enclave (kantong) di ujung Timor-Leste bagian barat adalah satu-satunya distrik dari 13 distrik di Timor Leste yang diberikan mandat oleh konstitusi Timor – Leste untuk mengatur wilayahnya sendiri sejak tahun 2015 (daerah otonom).
Dari total 1,3 juta jiwa penduduk Timor – Leste, sekitar 85.000 jiwa berada di Oecusse dan hampir 70% penduduk Oecusse berusia produktif. Mereka hidup tersebar di wilayah pesisir pantai dan wilayah pegunungan dengan mata pencaharian utama petani, peternak dan nelayan.
Keterangan Foto : Suasana vaksinasi Covid – 19 WNI di Oecusse Timor Leste

