Tim Satgas TMMD Bangun Bak Penampung Air Guna Memenuhi Kebutuhan Air Saat TMMD
Laporan Yansen Bau
Betun, NTTOnlinenow.com – Tim Satgas TMMD ke-109 Kodim 1605/Belu membangun bak penampung air guna perlancar pelaksanaan proyek program TNI di lokasi Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Mawilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.
Kondisi saat ini musim kemarau, tentunya persediaan akan air sangat terbatas di lokasi. Kebutuhan akan air dalam membantu proses percepatan pengerjaan sasaran fisik TMMD sangat diperlukan.
Guna mengantisipasi akan hal tersebut, Satgas TMMD Kodim 1605/Belu bersama warga gotong royong membuat bak penampung air yang terbuat dari terpal di lokasi sasaran fisik pembangunan jalan dan talud.
Bak penampung air darurat tersebut sebagai salah satu langkah untuk membantu mempercepat proses pengerjaan pembangunan jalan dan pembangunan talud yang saat ini sedang pengerjaannya.
“Kebetulan dilokasi pembangunan jalan dan talud ini jauh dari mata air sehingga kita membuat bak penampung air darurat dari terpal dan untuk pasokan airnya dengan menggunakan mobil tanki milik Kodim,” ujar Koordinator Material Satgas TMMD Pelda Chistovao Soares Bosa saat dihubungi media, Senin (12/10/2020).

Menurut Chris, kebutuhan akan air ini sangat penting digunakan dalam pembangunan talud pada kiri dan kanan jalan sepanjang 1600 meter. Hal ini bertujuan untuk memperkuat jalan yang saat ini juga sedang dikerjakan agar tidak cepat amblas atau longsor.
Dijelaskan bahwa, mekanisme pengerjaan talud dibuat dengan menyusun bahan material dari batu serta diperkuat dengan campuran pasir dan semen, sementara untuk bagian luar dinding talud dibuat serapi mungkin.
Selain itu lanjut dia, untuk mempercepat pengerjaan sasaran fisik juga mengggunakan alat berat (Excavator) guna mempermudah proses percepatan pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Umato’os dan Pantai Abudenok.
“Kita upayakan semaksimal mungkin sehingga target pembangunan sasaran fisik ini bisa tercapai dan dapat digunakan oleh masyarakat,” kata Chris.
Untuk diketahui bahwa memasuki hari ke-21 progres pencapaian sasaran fisik pembangunan jalan mencapai 68% dan pembuatan talud mencapai 66%.
Sedangkan progres rehab 8 unit rumah tidak layak huni (RTLH) perkembangan prosentasenya masing-masing unit adalah Rumah 1: 68 %, Rumah 2: 75 %, Rumah 3: 65 %, Rumah 4: 69 %, Rumah 5: 72 %, Rumah 6: 67 %, Rumah 7: 68 %, Rumah 8: 68 %.
Sementara itu kegiatan sasaran non fisik yang telah dilaksanakan berupa Penyuluhan Rekrutmen TNI, Penyuluhan Wasbang, Penyuluhan KB Kesehatan, Penyuluhan Han Pangan, Penyuluhan Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme, Penyuluhan Lingkungan hidup dan Kehutanan.

