Peringati Hari Rabies Sedunia, Pemkab Mabar Bersinergis dengan BOPLBF Gelar Vaksinasi Rabies

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S.Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Menyambut Hari Rabies Sedunia yang ke-14, Pemerintah kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Mabar bersinergis dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menyelenggarakan kegiatan berupa, kampanye dan Vaksinasi Rabies secara serempak terhadap hewan peliharaan milik masyarakat di daerah itu, seperti Anjing dan Kucing.

Kegiatan vaksinasi dan kastrasi (kebiri) ini berlangsung serempak selama sepekan, yang terbagi dalam dua zona, yaitu Pertama, dalam Kota Labuan Bajo, terhitung sejak, 23 hingga 26 September 2020. Kedua, dilakukan disetiap kecamatan di Mabar, terhitung sejak, 28 hingga 29 September 2020.

Program kastrasi gratis ini sebagai upaya pembatasan populasi. Di Labuan Bajo sendiri, program ini terhitung 28-29 September 2020, khusus bagi klien yang sudah mendaftar.

“Hari ini tertangani 9 ekor anjing. Kami juga selenggarakan foto kontes sebagai bagian dari kampanye dan edukasi kepada masyarakat agar memelihara hewan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan kesehatannya dan memberikan vaksin rabies, karena kita belum bebas rabies,” terang Asmon.

Peringatan Hari Rabies Sedunia di Mabar ini dipimpin oleh Bupati Mabar, Agustunus Ch Dula. Dalam sambutannya, Bupati Dula meminta agar semua pihak berkolaborasi dalam upaya menuntaskan kasus rabies ada di daerah itu.

Dirinya berharap agar kerjasama semua pihak ini mampu mengatasi kasus rabies yang masih rentan terjadi setiap tahunnya.

Sementara, Kadis Keswan Mabar, Drh. Theresia P. Asmon, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan guna meningkatkan partisipasi serta kepedulian masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit rabies pada hewan piaraannya.



Dia menyebutkan, selama sepekan berjalan, total 1415 ekor hewan peliharaan masyarakat yang berhasil tervaksin.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap kegiatan ini cukup positif. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat dalam mengusulkan vaksinasi susulan yang begitu tinggi.

“Permintaan vaksinasi susulan dari masyarakat cukup banyak,” ungkap Asmon.

Namun, Dirinya mengaku keterbatasan tenaga serta kondisi geografis dan topografis yang yang terbilang cukup sulit terjangkau menjadi salah satu kendala utama dalam memutuskan mata rantai penularan penyakit rabies di daerah itu.

“Tantangan kami ada di kecamatan-kecamatan terjauh, akses yang sulit dan jumlah petugas sangat terbatas, sehingga cakupan Vaksinasi pasti rendah,” tandasnya.

Asmon juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Mabar agar tetap waspadah terhadap gigitan anjing karena Flores pada umunya belum terbebas dari kasus rabies.

Dia menambahkan, kasus positif rabies pada hewan peliharan seperti Anjing di Mabar masih terjadi setiap tahunnya. Hanya saja jumlahnya fluktuatif. Tahun 2019, total 11 (Sebelas) specimen positif terjadi di 4 (Empat) Kecamatan, yaitu Komodo, Mbeliling, Lembor dan Boleng. Sedangkan, tahun 2020 terdapat 5 (Lima) sampel positif di 4 (Empat) kecamatan, yaitu Boleng, Lembor, Sano Nggoang dan Komodo, tutupnya.