Araksi NTT Siap Bantu Data Dukung Polres Belu Ungkap Kasus Maek Bako

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) mendukung penyidik Kepolisian Resor (Polres) Belu dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek porang (maek bako).

Diketahui program Maek Bako pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (TPHP) Kabupaten Belu sejak tahun 2017, 2018 dan 2019 menelan anggaran kurang lebih Rp. 4 miliar

Ketua Araksi NTT, Alfred Baun kepada awak media, Kamis (25/6/2020) mengatakan, pihaknya mendatangi Polres Belu guna pertanyakan perkembangan penanganan proses hukum kasus Maek Bako yang sementara ditangani penyidik Polres Belu.

Dijelaskan, kedatangan Araksi ke Polres Belu ingin memantau langsung perkembangan kasus Maek Bako seperti apa. Pihaknya telah bertemu Wakapolres dan diarahkan ke Kasat Reskrim, dan mendukung Araksi dalam mengungkap kasus dugaan korupsi Maek Bako.

“Inti pertemuan tadi disampaikan oleh Pak Kasat bahwa proses kasus Maek Bako ini berjalan. Sejauh ini masih ada pada tahap penyelidikan dengan mengumpulkan data, saksi yang masih berjalan,” terang Alfred.

“Kita meminta hambatan apa yang ditemui dalam proses Maek Bako Pak Kasat menyampaikan bahwa ada hal-hal yang sangat sangat prinsip, karena itu kita diminta untuk bekerjasama untuk mengungkap kasus ini. Dari sisi data dan bukti-bukti lain,” tambah Alfred.

Lanjut dia, data Araksi terhadap kasus Maek Bako ini tidak sulit. Kalau masalahnya adalah penyaluran bibit yang rusak kepada kelompok masyarakat dan tidak berhasil dan sebagainya itu sebenarnya program yang penggunaan anggarannya tidak berfungsi lagi.

“Kasus ini sudah beberapa bulan dan terlalu lama sekali, ini belum ada kesimpulan apakah dinaikan atau distopkan,” ujar Alfred.

Ditegaskan bahwa, Araksi tidak ada dalam benak sedikitpun soal politik yang berhubungan dengan kasus korupsi. Araksi NTT profesional dan sudah memiliki data yang oke, kalau penyidik Polres Belu merasa kesulitan Araksi bantu siapkan data.

Masih menurut dia, Araksi menilai proyek Maek Bako gagal. Bahkan sudah periksa lapangan, data-data sudah dimiliki bahkan ada pengakuan dari sumber yang pengadaan gagal. Kenapa kesimpulan dari penyidik tidak menaikan status proses hukum kasus ini.

“Kita berharap penyidik jangan pura-pura melihat kasus ini menjadi sulit,” pinta Alfred.

Lanjut dia, Araksi merasa khawatir penyidik Polres Belu terhadap penanganan kasus-kasus korupsi. Ini pengalaman kita, tapi tadi Pak Wakalpolres dan Kasatres sudah menyampaikan agar ARAKSI bisa mensuport untuk mengungkap kasus ini.

“Kita berharap kasus ini tidak distopkan. Kalau distopkan kita akan tarik kasus ini ke Polda,” tandas Alfred.

Tambah dia, program Maek Bako ini gagal, karena itu diharapkan kepada Pemerintah dalam hal ini Bupati Belu harus memberikan dukungan dan suport kepada penyidik dalam mengungkap kasus Maek Bako.