SEC Kefamenanu, Kembangkan Bahasa Inggris Melalui Kunjungan Wisata ke Kerajaan Insana
Laporan Tim
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Smansa English Club (SEC) dari SMA Negeri 1 Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara melakukan kunjungan wisata ke Kerajaan Insana yang terletak di Oelolok kecamatan Insana.
Rombongan SEC yang didampingi guru Bahasa Inggris, Ida Kefi diterima 8 ketua adat Insana di gerbang masuk Sonaf – Kerajaan Insana kemudian masuk ke dalam Kerajaan Insana yang lazimnya disebut Sonaf bertemu dengan Raja Insana, Theodorus Lorenzo Taolin.
Usai menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan rombongan SEC, guru pendamping dan beberapa rekannya langsung membentuk kelompok – kelompok kecil dengan melakukan berbagai kegiatan diantaranya observasi di dalam dan di seputar Kerajaan Insana. Observasi yang dilakukan semata – mata untuk bisa mengenal lebih dekat Sejarah Kerajaan Insana sekaligus Kediaman Raja Insana.
SEC yang dibagi dalam 7 kelompok, masing – masing dibagi lokasi surveynya. Ada yang melakukan observasi di dalam Sonaf, ada yang di seputaran Sonaf termasuk Pemakaman Keluarga Taolin, kolam renang, kolam ikan, rumah adat dan salah satu Sekolah Menengah Pertama Katolik di Oelolok.

Pantauan media ini, pada Jumat (08/11/2019) masing – masing ketua kelompok bersama anggotanya mencatat hasil survey di dalam dan seputaran lingkungan Kerajaan Insana, kemudian dipresentasikan dalam bahasa Inggris di depan Raja Taolin disaksikan para tua adat yang mendampingi Raja Taolin.
Raja Insana, Theodorus Lorenzo Taolin, menanggapi positif kegiatan SEC yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00 wita.
“Secara pribadi, saya memberikan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada semua kita yang sudah melibatkan diri dalam kegiatan selama sehari penuh ini. Atas nama Sonaf L.A.N Taolin dan seluruh Ketua adatnya, ini merupakan suatu penghargaan yang sangat tinggi bagi Sonaf dan tua – tua adat, terutama dari aspek budaya”, ungkap Taolin.
Lanjutnya, “Selain untuk praktek bahasa Inggris sekaligus menggali budaya Insana. Saya berbangga dengan hasil observasi yang telah dipresentasikan di lopo ini. Rasanya tidak terlalu salah apalagi berbeda, berarti pengamatan seluruh siswa ini sangat – sangat objektif. Kebetulan Sonaf ini dijadikan pusat kegiatan hari ini, semoga ini sudah melambangkan seluruh Insana”.

Selain menikmati tempat wisata di kompleks Kerajaan Insana, anggota SEC juga belajar mengembangkan bahasa Inggrisnya dengan berlatih percakapan.
Kegiatan akademik lainnya selain mencakup observasi dan presentase hasil observasi lapangan, juga dilakukan debat dalam bahasa Inggris.
Pendamping SEC, Ida Kefi menyampaikan bahwa Kerajaan Insana yang biasa disebut Sonaf ini, merupakan salah satu destinasi budaya yang masih terjaga keasliannya. Dan praktek lapangan yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi kepada para siswa tentang wisata budaya yang ada di pulau Timor.
“Di sonaf Insana kita menemukan budaya yang bagus dan masih terjaga keasliannya. Praktek lapangan yang dilakukan masing – masing kelompok ini bertujuan memberikan edukasi kepada para siswa tentang wisata budaya yang ada di pulau Timor”, jelas Ida Kefi.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan perdana namun berhasil merubah mental peserta didik menjadi lebih berani.
“Di sini juga kami para guru ingin menunjukan kemampuan anak – anak yang sebenarnya sudah ada tapi jarang disekpresikan, lewat wisata budaya ini anak – anak akhirnya bisa berkreasi dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Ada yang pemalu, tidak berani tampil tapi di sini dalam suasana santai, mereka bebas berekspresi. Kalau hanya belajar di dalam kelas, mereka pasti jenuh dengan teori – teori yang diterima”, jelas Ida lebih lanjut.
Awal mulanya SEC terbentuk, dari satu kelas ke kelas lain, untuk membuat kompetisi kecil kemudian mengumpulkan anak – anak yang ingin meningkatkan bahasa Inggrisnya. Di dalam SEC semua kegiatan akademik ada, mulai dari penataan bahasa, debat, pidato, games, semuanya dalam bahasa Inggris.
Kegiatan tersebut juga menurut Ida merupakan bentuk dukungan terhadap program dari Gubernur NTT yang mewajibkan berbicara dalam bahasa Inggris di setiap hari Rabu . “Hari Rabu itu, oleh Gubernur NTT diwajibkan berbicara dalam bahasa Inggris. Tapi sebenarnya kami sudah memulai duluan sejak dulu, yakni pada setiap hari Kamis kami wajibkan anak – anak berbahasa Inggris di sekolah”, demikian Ida.

