Viktor Laiskodat: Stigma ‘Teku’ Harus Dilawan dengan Sekolah dan Kerja Keras

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan, stigma teku (tukang rampok/pencuri) yang disematkan bagi orang Amanatun di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) harus dilawan.

“Stigma negatif itu harus dilawan. Lawan dengan sekolah dan kerja yang lebih keras lagi. Tunjukan bahwa orang-orang Amanatun adalah orang hebat,” kaya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat bertatap muka dengan ribuan warga Amanatun di aula rumah jabatan Gubernur NTT, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Gubernur Viktor Laiskodat, wilayah Amanatun di Kabupaten TTS memiliki potensi sumber daya alam yang sangat kaya. Karena itu, potensi yang ada itu harus dikembangkan.

“Potensi itu harus dikerjakan. Dan hasilnya adalah uang. Kita semua ini kaya jangan bilang kita miskin. Jangan dibalik. Jangan,” ujar Viktor Laiskodat.

Viktor Laiskodat mengatakan, kiat untuk memajukan NTT adalah dengan bekerja keras dan pantang mundur, menanamkan kedisiplinan dengan etos kerja yang tinggi serta bekerja dengan jujur.

“Saya ingin di masa kepemimpinan saya ini ada kemajuan dan kesuksesan karena kita semua bekerja dengan sungguh-sungguh,” tegas Viktor Laiskodat.

Warga Amanatun secara khusus datang bertemu Gubernur Viktor Laiskodat dan jajaran Pemprov NTT untuk menyampaikan aspirasi politik mereka yang menginginkan agar wilayah bekas swapraja Amanatun menjadi daerah otonom berpisah dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebagai kabupaten induk.

Sekretaris Pemangku Adat Amanatun, Alexander Ninu mengatakan, tujuan bertatap muka dengan Gub Viktor Laiskodat itu adalah untuk memperjuangkan aspirasi agar wilayah bekas swapraja Amanatun bisa menjadi daerah otonom lepas dari Kabupaten induk, TTS.

“Selama ini kami di Amanatun belum merasakan adanya pembangunan. Anak-anak Amanatun banyak yang putus sekolah dan kini mereka berprofesi sebagai tukang dorong gerobak. Bahkan kami juga sering disebut sebagai teku,” ucap Alexander yang juga staf pengajar Undana Kupang.

Padahal, lanjut Alaxander, wilayah Amnatun sangat potensial dengan gas minyak, mangan dan hasil pertanian yang melimpah. “Kalau potensi ini dikembangkan pasti masyarakat Amnatun akan sejahtera,” papar Alexander.

Menjawab aspirasi masyarakat tersebut, Gubernur Viktor Laiskodat mengatakan, cepat atau lambat Amanatun akan menjadi kabupaten sendiri.

“Kabupaten Amanatun ini cepat atau lambat akan jadi kabupaten. Saya sudah lihat persyaratannya. Sekarang mari kita desain agar setelah jadi kabupaten Amanatun harus bergerak cepat,” ungkapnya.

Karena itu, Viktor Laiskodat mengimbau warga Amanatun tidak percaya dengan janji-janji kampanye dari oknum-oknum tertentu jika datang dan menyampaikan akan memperjuangkan Amanatun menjadi kabupaten.

“Jangan percaya,” tandas mantan anggota DPR RI dari Partai Nasdem itu.