20 Hektar Tambak Garam di Nunkurus Siap Panen
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tambak garam seluas 20 hektare (ha) yang digarap PT. Timor Livestock Lestari di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang siap dipanen pada akhir April 2019 ini.
Hal ini terungkap saat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berkunjung untuk melihat dari dekat tambak garam yang dikelola PT. Timor Livestock Lestari itu, Rabu (3/4/2019).
Gubernur Viktor mengatakan, saat Indonesia sementara masih mengimport garam dari luar, NTT akan terus berusaha menyumbang minimal setengah dari kebutuhan garam nasional. Salah-satunya dari lokasi ini.
“Sebagai gubernur, saya sangat berterimakasih kepada PT. Timor Livestock Lestari yang mau berinvestasi di lokasi ini, demi mengangkat harkat dan martabat masyarakat di Desa Nunkurus ini dalam pengembangan usaha tambak garam,” ungkap Viktor.
Viktor berharap, daerah yang dipimpinnya itu terus dianugerahi sinar matahari yang luar biasa, sehingga bisa menghasilkan produksi garam terbaik, dan bisa secepatnya melakukan panen.
“Kalau cuacanya mendukung saya rasa akhir bulan ini kita bisa panen,” kata Viktor.
Gubernur mengingatkan masyarakat agar jangan mengeluh kalau panas, karena dari panas itulah bisa menghasilkan kualitas garam terbaik.
“Kalau sinar mataharinya cukup maka kualitas garam yang dihasilkan akan sangat bagus. Sebagai gubernur, saya akan sangat marah apabila ada masyarakat yang mengeluh karena panas. Panas itu berkat yang luar biasa,” ujarnya.
Direktur PT. Timor Livestock Lestari, Stenly Jayapranata menyampaikan terimakasih kepada gubernur karena sudah datang melihat lokasi tambak garam miliknya. Dia mengaku senang dengan kebijakan gubernur terkait perusahaan tambak garam.
“Terus terang, kalau seandainya Gubernur NTT bukan Bapak Viktor maka kami sudah mundur dengan terhormat dari dulu. Karena untuk mengurus surat-surat saja kami sudah kesulitan. Untunglah pak Viktor datang dan tegaskan kepada kami untuk terus bekerja, ijinnya nanti menyusul,” kata Stenly.
Stenly menyebutkan, total luas lahan yang akan digarap oleh perusahaannya itu seluas 600 hektare. Sedangkan yang sudah digarap dan akan dipanen pada akhir bulan April ini seluas 20 hektar.
“Untuk ke depannya sekitar bulan Oktober 2019, kami akan berusaha bekerja keras agar dapat melakukan panen raya di lahan seluas 600 hektar yang ada. Kami berharap itu akan menjadi panen garam terbesar di NTT untuk tahun 2019,” papar Stenly.
Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan tentang tenaga kerja dan sistem pembayaran terhadap para pekerja. Jumlah pekerja yang bekerja di perusahaan itu saat ini berjumlah sekitar 100 orang. Stenly mengaku jumlah ini akan bertambah saat panen.
“Target kami seluruh masyarakat yang ada di lokasi ini sebagai pemilik lahan akan kita libatkan, bahkan menurut saya itu masih kurang. Karenanya, untuk panen nanti kita juga akan menggunakan alat berat,” terang Stenly.

