Pedagang Pasar Danga Keluhkan Menurunnya Pendapatan, GMNI Sebut Bupati Nagekeo Kurang Bijak

Bagikan Artikel ini

Laporan Peter Tenda
Nagekeo, NTTOnlinenow.com – Niat baik Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do melalui kebijakannya menata pasar Danga menimbulkan kekecewaan pada sekelompok pedagang, pasalnya kebijakan tersebut dinilai mengorbankan para Pedagang karena berdampak pada penurunan pendapatannya.

“Selama ini kami jual barang di pasar banyak yang tidak laku, kami jual dibawa lapangan tidak laku, akhirnya kami pindah jual depan terminal tapi sama saja, tidak laku, kami susah sekali, anak sekolah minta uang kami tidak bisa kasih, kami mau kasih pake apa? Barang kami banyak tidak laku semua,” tutur Mama Ester Ema, wanita berusia 53 tahun yang Mengaduh Nasib di pasar Danga sebagai pedagang sembako kecilan atau yang sering disebut Mama Lele, Minggu, (31/3/2019),

Lebih lanjut Mama Ester menjelaskan bahwa sebagai aksi protesnya terhadap kebijakan bupati Nagekeo ia dan para pedagang yang senasib dengannya akan menggelar aksi menjual sayur di halaman kantor bupati Nagekeo jika pembangunan pasar Danga tidak segera lanjutkan pengerjaannya oleh Pemerintah Daerah (pemda) kabupaten Nagekeo.

“Kalau pemerintah tidak lekas bangun lagi pasar, nanti kami bawa dengan kami punya barang-barang, kami jual depan kantor bupati saja, kami semua sudah sepakat begitu,” ujarnya.

Mama Ester Meminta kepada pemda Nagekeo agar Mereka diijinkan menenempati kembali lokasi pasar yang telah digusur pemda Nagekeo dengan tenda tempat penjualan yang dibuat sendiri oleh para pedagang agar pendapatan mereka kembali Normal,
sembari menunggu kepastian pemda untuk melanjutkan pekerjaan penataan Pasar Danga.

Menanggapi keluhan pedagang pasar Danga tersebut Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nagekeo Melalui wakil ketua Bidang (Wakabid) Kaderisasi dan Ideologi, Yakobus Tua Bhaso Menilai Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do belum Bijak dalam mengambil keputusan.

Menurutnya keputusan Bupati Nagekeo melakukan penataan Pasar Danga merupakan keputusan yang belum tepat dan terkesan tergesa-gesa, tanpa pertimbangan yang matang apalagi hanya sekedar Alasan pasar jorok dan kumuh. Akibat tidak Hati-hati nya Bupati Nagekeo, banyak pedagang mesti menjadi korban dari kebijakannya. Kepala Dinas yang terlibat dalam proyek penataan Pasar tersebut satu persatu mulai diperiksa Polisi. Selain itu memberi dampak Negatif bagi para pelaku ekonomi pasar dengan menurunnya pendapatan mereka.

“Keputusan ini belum Bijak, terlalu tergesa-gesa. Ini terkesan mengorbankankan banyak pihak, kasihan para kadis hari ini satu persatu dipanggil polisi untuk diperiksa, mana bapa lele dan mama lele dipasar mengeluh pendapatan mereka juga berkurang, kalau yang model begini kasihan masyarakat kecil yang cuma mengharapkan seribu dua ribu di pasar Danga.”
Lebih lanjut Yakobus.

Dia menegaskan bahwa, apapun alasannya kebijakan pemerintah tidak boleh mengorbankan masyarakat kecil walaupun dengan dalil kepentingan bersama, keputusan pemerintah harus mampu mengakomodir semua elemen, maka yang dibutuhkan adalah kemampuan mengkaji sebuah kebijakan dan kematangan berpikir. Berpikir visioner tidak berarti mengorbankan kelompok lain dalam mengambil kebijakan atau dengan kata lain kebijakan harus menyelamatkan semua orang.

Soal Pasar Danga GMNI Nagekeo telah menawarkan solusi kepada pemerintah Nagekeo saat beraudiensi dengan Bupati Nagekeo ketika GMNI Nagekeo menggelar aksi damai beberapa waktu lalu. Dari 6 pernyataan sikap GMNI Nagekeo, dua diantaranya soal Pasar Danga yakni mendesak Pemda Nagekeo mengembalikan pedagang ke lokasi pasar sebelumya yang telah ditata rapi demi peningkatan ekonomi pedegang dan mendesak Pemerintah Nagekeo untuk mempertanggungjawabkan anggaran pembangunan pasar Danga secara akuntabel dan transparan.

Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do menjelaskan, dalam waktu dekat Pasar Danga akan dilanjutkan pembangunannya. Jawaban bupati Nagekeo soal waktu melanjutkan pembangunan masih dalam teka-teki, sementara ekonomi para pedagang terus disandera oleh mandeknya pembangunan pasar Danga.

“Kami berharap agar pemda Nagekeo segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang sedang dikeluhkan para pedagang, apapun alasannya mereka adalah anak kandung dari daerah ini yang mesti di lindungi pemda. GMNI Nagekeo akan terus mengawasi semua kebijakan pemerintah daerah dan akan melawan setiap kebijakan pemda Nagekeo yang terindikasi Merugikan Rakyat Nagekeo” demikian tegasnya kepada media ini.