Inovasi Literasi, Guru Dilatih Kembangkan Baca-Tulis Anak

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Inovasi literasi adalah menjawab tantangan dalam mendorong minat baca tulis anak di Indonesia yang salah satunya adalah di SDN Kadahang, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur NTT telah dilaksanakan pelatihan guru pengembangan kemampuan baca tulis kelas rendah dengan buku ramah cerna kata dan buku berjenjang.

Perwakilan Dinas Pendidikan Sumba Timur Gerson Naru, S.Pd saat dikonfirmasi Rabu (31/10/2018) mengatakan, kegiatan pelatihan guru pengembangan kemampuan baca tulis telah dilaksanakan di SDN Kadahang untuk mengatasi permasalahan rendahnya tingkat literasi di SDN Kadahang.

“Jadi pendekatan literasi berbasis bahasa ibu di Kecamatan Haharu diharapkan menjadi salah satu solusi lokal untuk mengatasi permasalahan rendahnya tingkat literasi di sekolah dasar di Haharu, bahkan hampir semua sekolah di kabupaten Sumba Timur,”ungkapnya.

Sementara perwakilan inovasi Sumba Timur Maria Yosefa Ami menjelaskan, kelanjutan dari program inovasi kegiatan Pre Pilot dari bulan Januari sampai Juni 2018 lalu, Yayasan Sulinama dari Ambon menjadi mitra kerja dan perpanjangan tangan untuk mendukung jalannya program literasi.

“Kerjasama itu untuk mendukung berjalannya literasi di kecamatan Haharu dan kegiatan tersebut adalah kegiatan yang memang telah diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Sumba Timur,”katanya.

Ia menambahkan, program penggunaan multi bahasa berbasis bahasa ibu (MBBI) untuk daratan Sumba selama beberap bulan ternayata hanya berlaku di kecamatan Haharu dan ini salah satu kebanggaan kita dengan harapan keberhasilan berada di kecamatan Haharu.

Senada dengan Jhonny Tjia ketua Yayasan Sulinama menuturkan, materi tentang kemampuan berbahasa lisan dan bunyi huruf, lambang huruf dan suku kata setiap sesi kegiatan disertai dengan diskusi dan demo mengajar oleh guru sesuai dengan jenjang kelas masing-masing dalam kelompok.

“Kami sangat antusias dan semangat kepada para peserta pelatihan yang umumnya adalah guru kelas rendah dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan narasumber,”tuturnya.