TNI-Polri Gadungan Ini Diamankan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Seorang pemuda yang mengaku sebagai oknum prajurit TNI diamankan Anggota Unit Intel Kodim 1605/Belu di kos-kosan pasar baru, Senin (22/10/2018).

Selanjutnya oleh anggota Intel Kodim Belu, pria tersebut bersama satu mobil rental yang disewanya langsung dibawa ke Kantor Kodim guna menjalani pengambilan keterangan labih lanjut.

Sesuai pantauan media, Pria tersebut mengenakan pakain rapi kemeja putih lengan panjang dan celana hitam. Pria tersebut dimintai keterangan oleh Serma Suhardi Batiniksan Staf Intel Kodim di ruang Staf.

Kurang lebih dua jam Pria itu menjalani pengambilan keterangan. Selain itu juga Staf Intel juga mengambil keterangan dari istrinya dan Ketua RT setempat sebagai saksi.

Berdasarkan hasil BAP, Pria itu memiliki dua nama yang berbeda pada KTP dan SIM. Nama di KTP Agustinus Toni Meak, kelahiran Uarau, 17 Mei 1984 alamat Webora, RT 004/RW 002 Desa Raimanus, Kecamatan Raimanuk.

Sementara itu status perkawinan belum kawin dan pekerjaan sebagai Anggota Kepolisian Republik Indonesia. Sementara itu di SIM atas nama Gusti Geo Amang, alamat Atambua, pekerjaan Swasta.

Dalam BAP, pelaku mengaku sebagai Anggota Intel Yonif Raidersus 744/SYB, kemudia mengaku Anggota Kodim Belu dengan tujuan memperlancanr aksi menipu agar mudah dipercaya orang.

Pelaku mengaku ada empat orang warga yang dibantunya mengurus veteran. Namun satu dari empat warga itu sudah berhasil alias sudah menerima uang veteran.

Dari empat orang itu berhasil dikumpulkan Rp 50 juta, dari uang itu sudah dipakai oleh dia pribadi untuk operasional sewa mobil selama urus surat-surat.

Target orang yang mau diurus veteran korbannya tidak lain keluarga atau mertua dari isterinya. Bahkan satu orang yang sudah cair uangnya dikasih bonus Rp 25 juta ke pelaku.

Pelaku ditangkap di kos-kosan di pasar baru Atambua, Kelurahan Berdao, Kecamatan Kota Atamnua jam 14.00 Wita oleh Anggota Unit Intel Kodim.

Bersamaan Dandim 1605/Belu, Letkol Czi I Gusti Putu Dwika mengatakan, proses BAP sudah dilakukan anggota dan tetap berkoordinasi dengan Subden POM.

“Kita serahkan ke Subden POM untuk diketahui karena pelaku ngaku anggota TNI. Kalau dalami memenuhi unsur pidana kita serahkan proses ke pihak Kepolisian,” ujar dia.

Dikatakan, perbuatan pelaku ini juga sebagai satu pembelajaran bagi masyarakat Belu bahwa tidak semua orang mudah menjadi veteran.

Pelaku, jelas Dwika selain mengaku sebagai TNI dia juga ngaku oknum Polri. Hal itu dibuktikan sesuai KTP. Orang seperti ini yang kita cari karena merugikan banyak masyarakat.

Pukul 20.20 Wita pelaku dibawa anggota Intel Kodim dikawal Provos diantar ke Kantor Subden POM dan diterima oleh Dansubpom Atambua.

Selesai dimintai keterangan seputar pengakuan pelaku sebagai oknum TNI, pukul 22.30 Wita pelaku diantar ke Polres Belu yakni di Unit Reskrim yang diterima oleh Kasat Reskrim serta Kanit Tipiter Polres Belu.