Exca Bantuan Kementan RI Dimanfaatkan Proyek Mall Pelayanan Publik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Alat berat jenis Ekskavator mini bantuan Kementerian RI untuk Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Belu dimanfaatkan untuk pengerjaan proyek Mall Pelayanan Publik yang merehab Kantor lama Bupati Belu.

Sesuai pantauan media, exca mini itu berada di lokasi proyek sejak Jumat, (24/8/2018). Alat itu diangkut dari Desa Naekasa menggunakan truk tronton milik Dinas PU Kabupaten Belu dan telah beroperasi sejak bari Sabtu (25/8/2018) kemarin hingga Senin hari ini.

Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan, diketahui exca tersebut sedang berada di lokasi lahan warga petani yang belum selesai dikerjakan. Namun atas perintah Bupati Belu alat itu dibawah ke lokasi proyek yang dikerjakan oleh PT. Sarana Timor Konstruksi.

Arnol Bria Seo selaku PLT Dinas TPHP Belu yang dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya mengatakan, ada dua exca mini milik Dinas TPHP Belu bantuan dari Kemenpan tahun 2017 lalu.

“Saat ini exca yang satu di lokasi pengolahan perkebunan warga di Desa Manleten, satunya lagi di Naekasa,” sebut dia.

Jelas Seo, alat bantuan itu dipergunakan untuk merapikan pematang sawah milik kelompok tani, saluran, dan beberapa pekerjaan yang kecil di lahan pertanian milik warga.

Ketika diberitahukan keberadaan salah satu exca tidak berada di lahan kebun warga di Wekabu Desa Naekasa, justru berada di lokasi proyek Mall Pelayan Publik Kadis Seo yang juga Asisitee II Ekonomi Pembangunan Setda Belu itu kaget.

“Sebaiknya hubungi Pak Karlus Kiik Kepala seksi, sarana dan prasarana, karena dia yang lebih mengatahui soal masalah teknis di lapangan,” ujar dia.

Karlos Kiik yang dihubungi via telepon seluler menuturkan bahwa dua eksa tersebut sampai saat ini berada di lokasi pertanian warga.

Terpisah Karlus Kiik yang dihubungi soal keberadaan salah satu exca berada di lokasi proyek, dirinya tidak mengetahui karena pada hari Jumat lalu tidak masuk kantor ada ada urusan keluarga.

Terkait itu Kiik mengajak media bertemu di lokasi proyek. Ketika melihat alat itu di proyek, dituturkan dirinya telah menelpon salah seorang rekan guna memastikan informasi media.

Lanjut Kiik, jawaban dari rekannya exca itu dibawah ke lokasi proyek atas perintah Bupati Belu. Keberadaan exca itu untuk menggali lubang guna menananam tanaman bungan do halaman Mall.

Namun kenyataan berbeda, nampak dilokasi proyek exca tersebut sedang meratakan tanah di halaman depan Mall yang dikerjakan menggunakan dana Rp 3.493.295.000 oleh PT. Sarana Timor Konstruksi.

Sementara PT tersebut pernah mengalami masalah saat mengerjakan proyek Puskesmas Haekesak pada tahun 2017 lantaran proyeknya tidak selesai tepat waktu. Namun PT tersebut kembali mendapatkan kepercayaan lebih dari Pemda Belu di tahun 2018 yang mengerjakan tiga mega proyek sekaligus.

Adapun ketiga proyek itu Puskesmas Ainiba dengan anggaran 4.448.200.000, pembangunan jalan desa dari Sonis menuju Laloran dengan anggaran Rp 4.618.420.000, dan pembangunan Mall Pelayan Publik atau Perijinan.

Saat hendak dikonfirmasi awak media, PT yang berlokasi di Jl. Soekarno No.16 samping rumah dinas Sekda Belu itu ternyata alamat palsu dan tidak ada plang kantor perusahaan itu, justru hanya sebuah rumah tua.

Anehnya, alamat Kantor PT yang palsu, namun dinas Perijinan Kabupaten Belu tak pernah mempersoalkan hal tersebut. Bahkan LPSE Kabupaten Belu tetap memberikan tiga proyek besar dalam tahun 2018 kepada PT yang terbilang istimewa.