Insiden CFD Bom Waktu Bagi Peradaban Bangsa

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Dunia jagat maya hari ini dihebohkan dengan berita viral, perlakuan teror dan premanisme dari kelompok pengusung tagar #2019 Ganti Presiden. Gerakan yang dimotori kader Partai oposisi ini memicu reaksi dari berbagai kelompok masyarakat.

Saya sedih melihat kelompok masyarakat yang terkesan memaksakan kehendaknya. Tidak selayaknya teror dan intimidasi dilakukan kepada ibu dan anak kecil. Sedih juga melihat video yang mempertontonkan teror dan intimidasi kepada ibu dan anaknya di kawasan CFD. Agar kejadian itu tidak terulang lagi dengan tegas Kibar Indonesia mengecam tindakan yang mengintimidasi dan memecah persatuan diantara anak bangsa, tegas Frans Watu Sekjen Kibar Indonesia.

Area publik harus bebas dari kegiatan politik, begitu juga dengan kawasan CFD yang berada di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin. Kami akan bersurat ke Pemda DKI dan Polda Mtro Jaya agar mempertimbangkan kembali kegiatan berbau politik di kawasan CFD, lanjut Frans.

Susi Ferawati bersama putranya Zaki, salah satu korban yang terkena intimidasi kelompok #2019 Ganti Presiden. Korban diintimidasi, diperolok dengan lembaran uang di wajahnya, bahkan tidak terlepas kata-kata yang tidak patut didengar oleh anak seusia Zaki. Selain Susi dan puteranya, tampak di video yang viral tersebut beberapa orang yang tidak luput dari perlakuan brutal kelompok tersebut.

Pengalaman hari ini..Masya Allah…Berani karena BENAR !!
Dan Allah pasti akan membalas perbuatan mereka tanpa mereka sadari !!
Semoga mereka termasuk orang-orang yang selamat Sabar ya Nak…ini adalah suatu pembelajaran hidup dalam bersosialisasi !
Suatu hari …kamu akan jadi Presidennya, tulis Susi di akun Face Booknya.

Tensi politik akhir-akhir ini bagai bom waktu yang akan menghancurkan peradapan bangsa. Proses pendaftaran calon Presiden baru akan dilaksanakan empat bulan lagi, namun lawan politik Jokowi sudah mulai memanaskan mesin politiknya dengan slogan #2019 Ganti Presiden.

Apes bagi Jokowi dan partai pendukung yang selama ini bahu membahu menjalankan pembangunan yang berkeadilan sosial.
Semua moncong senapan diarahkan ke dirinya. Semua kegiatan politik dan keagamaan bahkan kegiatan yang dibungkus dengan dua motif ini terpusatkan pada diri Jokowi. Hal ini wajar saja karena waktu pendaftaran calon Presiden semakin dekat.

Pekan ini dua kegiatan politik yang dibungkus keagamaan dan olahraga di kawasan Monas dan Bundaran HI, bahkan kegiatan yang sama dilakukan juga dibeberapa kota di Indonesia seperti Taman Bangkul, Surabaya.

Di Kawasan Monas sabtu (28/4/2018) Forum Untukmu Indonesia (FUI) mengadakan acara bagi-bagi sembako gratis. Ratusan ribu bungkus sembako disiapkan. Setiap orang yang datang mendapat 3 jenis kupon (merah untuk sembako, biru untuk makan dan kuning untuk door prize). Isi sembako terdiri dari 1 kg beras, 3 indomie dan 0,5 kg minyak goreng.

Panitia FUI mengeluarkan 400.000 paket sembako dan kupon tersebut sudah disebar ke hampir semua RT dan RW se Jakarta.

Akhir pekan ini Monas jadi lautan manusia. Puluhan ribu orang masuk Monas. Masyarakat sangat antusias karena diiming-iming acara ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Antrean panjang mengular dipanggang terik matahari tidak menyurutkan tekad para ibu dan bapak hanya demi mendapat sembako, walaupun tidak sebanding dengan ongkos dan waktu yang mereka habiskan.

Ujungnya kericuhan terjadi, banyak warga terutama ibu-ibu marah karena seharian antre tapi tidak mendapat makanan dan kupon. Belum lagi sampah bungkus makanan dan minuman berserakan di lapangan Monas. Monas berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Rumput Monas rusak diinjak warga.

Kontan acara Untukmu Indonesia jadi tranding topic dan cibiran netizen. Tanpa basa basi lawan membalikkan ceritera bahwa acara ini dilakukan oleh para pendudkung Jokowi.

Isu pembalikan fakta ini diframing dengan dalil kupon sembako yang dibagikan bergambar Merpati Putih sedang mengepak sayapnya. Mirip logo Partai Damai Sejahtera (PDS) kala itu.
Dalam simbol Kristen diketahui Merpati itu adalah wujud dari Roh Kudus. Sontak isu ini rame dimainkan kelompok lawan sebagai bagian untuk menjatuhkan kredibilitas Jokowi.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, kekesalan warga yang dituangkan dalam pesan berantai di Media Sosial (Medsos) yang tidak dapat sembako dilampiaskan dengan tulisan acara Untukmu Indonesia ini merupakan acaranya Jokowi. Secepat kilat berita busuk dari grup Medsos ke Medsos menyebar dengan ganas. Jokowi bagi sembako seuprit kata warga kesal.

Siapakah sebenarnya Panitia Acara Untukmu Indonesia ini? Dari hasil investigasi di beberapa grup Medsos di relawan Jokowi tidak ditemukan undangan yang beredar.

“Biasanya jika ada organ relawan Jokowi bikin acara tentu kami saling bertukar informasi. Saling mendukung. Tapi ini sama sekali tidak ada, tutur A.H.Alhadi pentolan relawan Jokowi.

Lalu siapa dibalik acara bagi-bagi sembako ini sebenarnya?
Kami coba melacak akun Face Book Mohamad Monib kami temukan informasi bahwa acara Untukmu Indonesia itu dilakukan oleh organisasi bernama Forum Untukmu Indonesia (FUI).

Forum Untukmu Indonesia adalah kegiatan yang dinahkodai Pdt Gilbert Lumoindong, salah satu pendeta pendukung Prabowo di Pilpres 2014. Kegiatan ini juga ditopang KIRA (Kristen Indonesia Raya) salah satu sayap Partai Gerindra.

Pdt Gilbert Lumoindong adalah Pdt GBI GLOW yang pada 1 April lalu mengadakan acara Paskah Monas dengan mengundang Anies dan ponakan Prabowo Aryo, bahkan bebrapa dari kalangan Kristiani berpendapat Paskah Monas sangat bernuansa politik.

Monas menjadi lautan sampah, warga kecewa karena banyak yang tidak kebagian sembako. Tamparan kembali diarahkan ke wajah Joko Widodo, pada hal pihak Panitia tidak mengundangnya dan acara ini tidak ada hubungannya dengan Presiden Joko Widodo.

Bahkan ada yang menyebar berita hoax, acara ini dilakukan oleh PDIP karena kaos yang digunakan panitia berwarna merah.
Charles Honoris anggota DPR PDI Perjuangan terkena sasaran hoax. Sebuah kupon bergambar dirinya dan logo PDI Perjuangan dengan judul Kupon Bazar Beras Murah berseliweran di Medsos.

“Masuk ke Monas tangan distempel, logo Kristusnya paling menonjol. Ada kupon dari Charles Honoris (Caleg PDIP, dapil DKI 3) hahaha bilang aja lu mo menipu, dasar kodok bangkong. ” tulis akun twitter PangeranJKT@MuchlistHassan.

Charles dituding sebagai pendonor bagi-bagi sembako itu. Tentu Charles meradang dan kita tunggu langkah selanjutnya dari kader Banteng.

Fitnah sana sini sudah mulai masuk tahap pemanasan. kasus bagi-bagi sembako oleh FUI ini digoreng untuk meruntuhkan kepercayaan warga pada Jokowi dan PDI Perjuangan. Dan akan semakin keras lagi dalam menyerang nama baik Jokowi terlebih mendekati 2019 mendatang.