Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemkab Belu Gelar Berbagai Kegiatan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Belu terus melakukan terobosan guna mendatangkan wisatawan baik lokal maupun manca negara. Berbagai even pariwisata digelar sejak awal hingga akhir tahun 2017.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Yohanes Andes Prihatin kepada NTTOnlinenow.com, Kamis, (18/10/2017) mengatakan, dalam bulan Oktober Pemkab Belu menggelar festival melalui Dinas Pariwisata antara lain, Atambua Culture Fashion Festival dan pementasan tarian likurai dimana akan ada 6000 penari yang dikoordinir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta  Atambua fishing turnamen oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Belu.

Menurut dia, festival pesona Likuari kolaborasi 6000 penari dari kabupaten Belu, Malaka, TTU dan negara Timor Leste yang akan digelar tanggal 28 Oktober mendatang di Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen akan membawa dampak dalam bidang pariwisata.

Demikian juga dengan event Atambua Culture Fashion Festival pada tanggal 23 sampai 25 Oktober yang akan digelar di gedung olah raga Tualamalae. Festival Fulan Fehan merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sejak 5 Oktober dan puncak pada 28 Oktober bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.

“Kalau rencana tidak berubah Menteri Dalam Negeri akan hadir dalam festival sekaligus menjadi inspektur upacara Sumpah Pemuda dan besoknya tanggal 29 kembali. Kita sudah konfirmasi ke protokolernya Mendagri kalau rencananya tidak berubah seperti itu,” urai Prihatin.

Baca juga : Pesona Likurai, 6000 Penari Akan Meriahkan Festival Fulan Fehan di Belu

Dijelaskan, tujuan diselenggarakan event Festival Fulan Fehan guna mempromosikan destinasi wisata juga budaya yang mana merupakan potensi wisata yang dimiliki daerah Belu di perbatasan dengan negara tetangga Timor Leste.

“Nantinya culture fashion fastival dihadiri juga peserta dari Timor Leste. Festival Fulan Fehan 6000 penari kolaborasi dari Belu, Malaka, Timor Leste dan 100 pasukan berkuda dari TTU,” sebut dia.

Dikatakan, event tersebut menjadi media promosi yang sangat efektif. Karena itu dia bertekad ke depan event ini akan menjadi kegiatan tahunan yang dapat dikembangkan guna menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten perbatasan Belu.

“Ke depan kita berharap event tersebut akan berkembang dan menjadi daya tarik pariwisata di Belu sebagai Kabupaten perbatasan,” pungkas Prihatin.