Pertanyakan Kasus Lampara, Warga Dualaus Datangi DPRD Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lima warga Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mendatangi gedung DPRD Kabupaten Belu, Selasa (2/5/2017).

Lima warga asal Desa Dualaus itu diterima langsung oleh anggota Komisi I DPRD Belu, Ciprianus Fahik dan anggota Dewan Anton Soares di ruang lobi DPRD Belu.

Menurut Otniel Tonak salah seorang warga di hadapan anggota Dewan, tujuan kedatangan mereka untuk menanyakan hasil RDP anggota Dewan dewan dengan instansi Inspektorat Belu terkait penanganan kasus pengadaan Lamparan bagi nelayan desa Dualuas diduga tidak sesuai spesifikasi.

“Kami datang bertanya ke DPR supaya tanyakan ke Inspektorat hasilnya seperti apa, sehingga kami juga bisa tahu penanganannya sejauh mana,” ujar dia.

Jelas Tonak, diduga pengadaan lampara menggunakan ADD Dualaus tahun 2016 diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Pasalnya barang tersebut bukan merupakan baru melainkan barang bekas.

Baca : Jonas Salean Serahkan Bantuan Pendidikan Korpri Kepada 168 Mahasiswa dan Pelajar

Terkait itu Anggota Komisi I Ciprianus Fahik mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan instansi Inspektorat terkait penaganganan kasus pengadaan lampara yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Itu kewenangan mereka, tapi kita akan terus koordinasi sejauh mana pemeriksaannya. Karena kali lalu kita koordinasi itu katanya sudah 80 persen,” beber Fahik.

Lanjut dia, sehingga hari ini warga datangi DPRD Belu untuk mencari tahu sejauh mana penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan lampara itu. “Nanti kita koordinasi lagi dengan mereka supaya segera disampaikan hasilnya ke pelapor, sehingga mereka tidak harus datang tiap hari untuk cek hasilnya,” tandas dia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat Kabupaten Belu belum dimintai konfirmasi terkait warga yang mempertanyakan penanganan kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pengadaan lampara oleh Pemerintah Desa Dualuas bagi nelayan Desa Dualuas, Kecamatan Kakuluk Mesak menyisahkan permasalahan yang berbuntut pada pro-kontra Kepala Desa dan warga nelayan di pesisir pantai Atapupu Desa setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan bahwa, pengadaan satu unit lampara menggunakan dana ADD tahun 2016 itu diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Pasalnya, lamparan yang  telah diterima nelayan kondisinya bukan baru atau nol kilo meter, melainkan bekas.

Kepala Desa Dualaus, Oktobijalis Nape yang dikonfirmasi media, Sabtu (4/2/2017) lalu membantah tudingan warga yang mengatakan bahwa pengadaan satu unit lampara bagi nelayan Dualuas tidak sesuai dengan spesifikisi.

Akui Nape, terkait hal itu seluruh dokumen pengadaan lampara telah diambil pihak Inspektorat Belu dan telah melakukan pemeriksaan berkaitan dengan pengaduan warga atas dugaan pengadaan lamparan tersebut.

“Dari pengawas Inspektorat Pemda sudah periksa kami dan semua dokumen sudah dibawa,” ujar dia.