Jelang Akhir Tugas, Yonif 641/BRG Berbagai Kasih Bersama Warga Perbatasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di akhir masa tugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste yang bertempat di Mako Satgas Pamtas, Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Sabtu (25/3/2017).

Kegiatan peduli masyarakat perbatasan yang meliputi pengobatan massal/pelayanan gratis, khitanan massal, pembagian paket sembako dan santunan dihadiri kurang lebih 500 warga Kota Atambua dan sekitarnya. Turut hadir Kadis Kesehatan Belu, Wakil Ketua DPRD Belu, Dandim 1605/Belu, Wadanki Brimob Subden 2 Pelopor Belu, perwakilan Polres Belu, Camat Atambua Barat, para mantan pejuang Indonesia dan tokoh agama.

Sembilan bulan bertugas di daerah Sektor Timur menjaga wilayah perbatasan Belu dan negara Timor Leste, Satgas asal Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat ini juga telah melaksanakan program Satgas peduli masyarakat perbatasan melalui berbagai kegiatan di 20 pos Satgas yang berada di garis perbatasan kedua negara. Seperti pelayanan kesehatan gratis, pemberian sembako, sunatan massal, pemberian santuan dan budidaya ubi ungu.

“Kita tidak sebatas lakukan pengamanan wilayah perbatasan. Banyak kegiatan yang sudah kita lakukan termasuk pembinaan teritorial penguatan kemanunggalangan TNI dan rakyat,” ungkap Dansatgas Letkol (Inf) Wisnu Herlambang dalam sambutan saat membuka baksos.

Dikatakan, kegiatan baksos hari ini merupakan yang terakhir kali dilakukan dalam masa tugas sembilan bulan di daerah perbatasan Belu. Ini merupakan kegiatan dalam program Satgas dan bukan berarti baksos terakhir tapi program yang berakhir.

Sebagai prajurit TNI senantiasa terus melakukan kegiatan baksos dimana saja bertugas dan Satgas pengganti akan ada program serupa. TNI dalam melaksanakan selalu berusaha untuk melakukan terobosan supaya bisa memberdayakan masyarakat. Harapan kami sedikit berbagi kasih, peduli masyarakat di bidang kesehatan dalam mendukung program Pemerintah.

“Kita wajib mempelopori dan komitmen TNI peduli dengan masyarakat. Baksos hari ini suatu momentum yang bagus untuk saling meneguhkan komitmen untuk peduli dalam memberdayakan masyarakat di perbatasan Belu,” ujar dia.

Lanjut dia, tugas yang dilaksanakan selama sembilan bulan belum seberapa dampaknya kepada masyarakat. Namun diharapkan kegiatan yang telah dilakukan bisa memotivasi rasa kepedulian dari semua pihak untuk saling memberi, membantu warga yang kemampuan ekonominya terbatas. Pemberdayaan masyarakat sangat penting karena berkaitan dengan keterlibatannya dalam pembangunan dan terlebih menjaga situasi keamanan di wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste.

Baca : Watimpres Apresiasi Satgas Yonif Raider 641/BRU Dalam Pengamanan Perbatasan RI-RDTL

“Tugas pokok kami dapat terlaksana dengan baik karena bantuan semua unsur yang ada di perbatasan Belu. Tidak mungkin kami lakukan tanpa dukungan moril, doa atau apapun dari semuanya. Terimakasih untuk semuanya dan mohon maaf apabila selama dalam masa tugas ada tingkah laku yang kurang berkenan baik disengaja maupun tidak,” pungkas Wisnu.

Sementara itu Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik mengatakan perhatian dan kepedulian kepada kesehatan masyarakat tidak sebatas merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan dengan fasilitas kesehatan. Akan tetapi, tanggung jawab semua elemen masyarakat, institusi, semua pemangku kepentingan terutama masyarakat.
“Satgas Yonif Raider 641/Beruang telah melakukan terobosan pelayanan kesehatan sampai ke pelosok-pelosok desa yang terpencil di perbatasan yang sulit dijangkau. Ini merupakan panggilan kemanusiaan yang menagih perhatian dan kepedulian semua kita dalam hidup bersama,” ucap dia.

Satgas Pamtas telah memberikan contoh, bukan saja memberikan layanan kesehatan tetapi dengan menjaga kebersihan lingkungan khususnya di Mako Satgas Pamtas Sesekoe yang bersih. Kebersihan lingkungan yang diwujudkan pimpinan dan prajurit Yonif Raider 641/Beruang yang menghuni Mako Satgas Pamtas Sesekoe perlu diteladani karena kebersihan adalah pangkal kesehatan.

Sebanyak 108 orang yang mendapat pengobatan atau pelayanan kesehatan gratis dari tim medis Satgas bekerjasama dengan tim medis Kesehatan Belu. untuk sunatan massal dilayani sebanyak 67 orang anak, pembagian 300 paket sembako untuk warga dan pemberian santunan kepada 30 orang anak pelajar yatim-piatu.

Untuk diketahui Satgas Yonif Raider 641/BRU akan kembali ke kota Singkawang pada tanggal 7 April mendatang digantikan dengan satuan Yonif Raider 712/Wiratama asal Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara sebagai pasukan Satgas Pamtas RI-RDTL di wilayah Sektor Timur perbatasan Kabupaten Belu.