Pemkab Belu Buka Lahan 171 Hektare Milik SVD Nenuk
Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Pemerintah Kabupaten Belu mulai membuka lahan seluas 171 hektare milik Serikat Sabda Allah (SVD) Timor di Nenuk wilayah perbatasan RI-RDTL, Sabtu (3/10/2026).
Langkah itu sebagai bentuk mendorong optimalisasi lahan tidur, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pembukaan lahan hasil kerja sama Pemkab Belu dengan SVD Timor selain olah lahan kosong di Nenuk, kegiatan serupa direncanakan akan berlanjut di wilayah Fatutoma dan Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat.
Menurut Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, lahan milik SVD Nenuk telah beberapa tahun tidak diolah. Melalui kerja sama dengan pihak SVD, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan potensi lahan tersebut agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembukaan lahan ini bukan semata-mata untuk kepentingan SVD, tetapi bagaimana lahan yang cukup luas ini bisa dikelola secara produktif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Belu,” ungkap dia.
Vicente menyampaikan, pemanfaatan lahan akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan. Selain ditanami bawang merah, bawang putih, jagung, padi, dan komoditas hortikultura lainnya, sebagian lahan akan dimanfaatkan untuk pengembangan pakan ternak.
“Langkah ini sejalan dengan pengembangan peternakan sapi perah yang saat ini telah dimiliki SVD Nenuk sebanyak 21 ekor. Potensi tersebut juga membuka peluang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan susu bagi anak-anak sekolah melalui Program Makan Bergizi Gratis atau MBG,” ujar dia.
Ke depan, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi lokasi pengembangan kandang ayam petelur untuk mendukung kebutuhan bahan pangan program MBG, terutama telur dan daging ayam yang selama ini masih menjadi tantangan bagi sejumlah pengelola dapur.
Lanjut Wabup Belu, Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) direncanakan memberikan bantuan bibit bawang untuk pengembangan lahan seluas 1.000 hektare di Kabupaten Belu pada tahun 2027.
“Saya mengajak masyarakat yang memiliki lahan tidak produktif agar berkoordinasi dengan Dinas Pertanian sehingga lahan-lahan tersebut dapat dioptimalkan untuk kegiatan pertanian,” pesan Vicente.
Melalui pembukaan lahan ini, Pemkab Belu berharap potensi lahan tidur dapat diubah menjadi kawasan pertanian dan peternakan produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas kesempatan usaha, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Pater Domi Kadju, SVD, mewakili SVD Timor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas dukungan pembukaan lahan milik SVD yang selama ini belum dikelola secara optimal.
“Keterbatasan sarana dan prasarana selama ini menjadi kendala bagi SVD dalam mengolah lahan yang luas. Bantuan pemerintah daerah menjadi dukungan besar untuk mengatasi hambatan tersebut,” akui dia.
Senada, Pater Tarsi Atok, SVD menegaskan bahwa kerja sama antara SVD dan pemerintah daerah harus memberikan manfaat lebih luas, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Biara SVD Nenuk.
“Kita bekerja sama, tetapi yang paling penting adalah dampaknya bagi masyarakat Kabupaten Belu. Bagaimana masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar Biara SVD Nenuk, dapat menangkap peluang ini,” ucap dia.

