Bupati Belu Harap Sosialisasi Wamen Perlindungan Pekerja Migran Buka Peluang Kerja Lebih Luas bagi Warga
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Cristina Aryani, S.E., S.H., M.H., serta berharap kegiatan sosialisasi migrasi aman dapat membuka peluang kerja luar negeri yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Belu. Hal itu disampaikan Bupati Belu pada Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Kapela St. Markus Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Senin (8/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Willy Lay memaparkan data pekerja migran Indonesia (PMI) asal Belu pada tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, tercatat dua warga bekerja di luar negeri, diikuti empat warga yang bekerja di Singapura dan dua orang di Hong Kong. Ia berharap sosialisasi dari Wamen Cristina dapat meningkatkan jumlah penempatan yang legal dan aman ke negara tujuan tersebut.
“Setelah adanya kunjungan Ibu Wakil Menteri dan sosialisasi ini, kami berharap ke depan lebih banyak masyarakat Belu yang bisa bekerja di Hongkong dan Singapura,” ujarnya.
Bupati Willy Lay juga menjelaskan data penempatan tenaga kerja dalam negeri yang berasal dari Kabupaten Belu. Tercatat 12 orang bekerja di Banten, 120 orang di Jambi, 114 orang di Medan, 15 orang di Jakarta, dan dua orang di Kapuas.
Menurutnya, tingginya jumlah pekerja asal Belu di dua wilayah tertentu disebabkan adanya perpindahan tenaga kerja yang berniat menuju Malaysia namun tidak dapat melanjutkan perjalanan.
“Banyak pekerja yang ingin menyeberang ke Malaysia, tetapi ketika sampai di wilayah tertentu mereka tidak bisa melanjutkan sehingga memilih menetap. Banyak juga yang belum terdata,” jelasnya.
Bupati Willy Lay menambahkan bahwa masih banyak warga Belu yang bekerja di berbagai daerah di Indonesia namun belum tercatat secara resmi. Ia berharap kunjungan Wamen Cristina dapat membantu memperbaiki sistem pendataan dan membuka jalur informasi yang lebih jelas untuk migrasi aman.
Selain faktor ekonomi, Bupati Willy Lay menyinggung kondisi geografis dan cuaca sebagai tantangan bagi masyarakat Belu yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
“Curah hujan yang kurang menjadi salah satu kesulitan masyarakat, sehingga banyak yang mencari pekerjaan di luar NTT, termasuk di luar negeri,” katanya.
Bupati Willy Lay memberikan apresiasi khusus kepada Romo Leo Mali yang turut mendampingi kunjungan Wakil Menteri.
“Ibu Wakil Menteri tidak datang sendiri. Beliau datang bersama seorang gembala umat yang sangat mencintai rakyat Belu, yaitu Romo Leo Mali. Luar biasa, Romo bisa membawa Ibu Wakil Menteri hingga ke Desa Fatuketi untuk melihat langsung persoalan di daerah ini,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Willy Lay menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berharap kerja sama multisektor dapat terus dilakukan demi penyelesaian persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Belu.
“Terima kasih kepada semua yang hadir. Kita ingin bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada di Kabupaten Belu,” tutupnya.

