Asdep Logistik Pangan Dalam Negeri : Pentingnya Dorong Digitalisasi dan Pengelolaan Bisnis Unggulan di KDMP

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Perwakilan Satuan Tugas Nasional Percepatan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri, Ridky Irfan Wirautama menegaskan pentingnya mendorong digitalisasi dan pengelolaan bisnis unggulan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Fatuketi di Kabupaten Belu.

Dia juga mengapresiasi terhadap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih Fatuketi di Kabupaten Belu yang ditetapkan sebagai salah satu koperasi percontohan nasional di wilayah NusaTenggaraTimur.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat karena dari 108 koperasi percontohan nasional, KDMP Fatuketi jadi salah satu unggulan,” ujar Irfan kepada media usai ikuti peluncuran KDMP oleh Presiden Prabowo secara daring di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak wilayah perbatasan RI-RDTL, Senin (21/7/2025).

Menurut Irfan, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih Fatuketi menjadi tonggak sejarah dan ini menjadi role model bagi daerah-daerah lain di seluruh wilayah Indonesia.

Dijelaskan, penetapan KDMP Fatuketi sebagai koperasi percontohan nasional bukan hanya pencapaian simbolis. Tetapi merupakan tahap awal dari pembangunan ekosistem koperasi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan merancang prospek bisnis yang lebih luas, termasuk sektor-sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, termasuk ternak sapi, serta pengolahan produk lokal,” kata dia.

“Ini juga sejalan untuk mendukung program nasional penyediaan makan bergizi gratis bagi pelajar,” sambung Irfan.

Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri itu juga menegaskan keberhasilan koperasi di masa depan bergantung pada manajemen modern, khususnya penerapan digitalisasi. Hal ini untuk menghindari kegagalan koperasi dimasa lalu.

“Kunci pengelolaan koperasi saat ini adalah digitalisasi. Kami tidak ingin mengulang sejarah kegagalan koperasi akibat lemahnya tata kelola. Maka, kami dorong penuh transformasi digital dalam setiap aspek operasional koperasi,” ucap dia.

Lebih lanjut, Irfan juga soroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pengurus koperasi. Pemerintah pusat akan terus mendukung pelatihan dan pembinaan agar pengelola koperasi memiliki keterampilan dan pengetahuan memadai dalam mengelola usaha secara profesional.

Masih menurut dia, pencapaian koperasi berbadan hukum di Indonesia telah melampaui target nasional. Hingga pertengahan 2025, tercatat sebanyak 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KMKP) telah memiliki legalitas resmi, melebihi target awal sebanyak 80.000.