H-1 Jelang Pemungutan Suara Kapolresta Kupang Himbau Pesta Valentine Day Ditunda

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul akan digelarnya pemungutan suara untuk memilih walikota dan wakil Walikota Kupang masa jabatan 2017-2022, pada 15 Februari 2017 nanti, Kapolresta Kupang Kota, AKBP Johanis Bangun, menghimbau kepada warga Kota Kupang untuk tidak mengadakan pesta pada hari kasih sayang (Valentine Day).

“Perayaan valentine jatuh 14 Februari, pada saat itu masih dalam minggu tenang menjelang pemilihan walikota pada 15 Februari. Saya mengharapkan agar pesta perayaan ditunda sehari setelah proses pemungutan suara berkahir,” kata Johanis Bangun kepada wartawan usai acara doa bersama dalam rangka mendukung suskesnya pengamanan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota tahun 2017 yang dilaksanakan di halaman Malpolres Kupang Kota, Senin (13/2/2017).

Acara doa bersama yang dihadiri dua pasangan calon yakni Paket FirmanMU (Jefri Riwu Kore-Hermanus Man) dan Paket Sahabat (Jonas Salean-Jefri Riwu Kore). Hadir pula sejumlah tokoh agama, dan tokoh Masyarakat.

Kapolres mengatakan, hari Valentine Day adalah budaya luar yang diserap di Indonesia, sehingga perayaannya perlu di ulur dulu, karena bertepatan dengan akan dilaksanakan Pilkada Kota Kupang.

“Kalau perayaan hari besar keagamaan mungkin tidak akan ada permintaan penundaan. Tetapi karena ini hari Raya Valentine yang tidak wajib dirayakan, maka kami meminta untuk ditunda dulu. Himbauan ini telah disampaikan ke kelurahan dan tempat ibadat, sehingga diharapkan untuk disebarluaskan, demi ketertiban Kota Kupang,” ujarnya.

Baca : Frans Lebu Raya Ajak Pendukung dan Keluarga Menangkan Paket Sahabat

Johanis menjelaskan, kegiatan doa bersama sengaja dilakukan, agar proses pemilihan kepala daerah Kota Kupang dapat berjalan dengan tenang,

“Sebagai umat beragama kita harus berdoa dan memohon kepada Tuhan agar pelaksanaan pilkada Kota Kupang dapat berjalan aman dan damai,” Ujarnya.

Sementara disinggung, proses pemungutan suara untuk para tahanan yang berada di kantor polisi, Johanis mengatakan, pelaksanaan pencoblossan akan dilakukan di Malpores, yang akan didampingi oleh petugas.

“Jadi tahanan akan didatangi KPU baik dilapas maupun di Polres untuk melakukan pencoblosan. Secara keseluruhan tahanan yang berada di Polresta dan Polsek berjumlah 20 orang,” katanya.

Sementara untuk pengamanan Pilkada jumlah personil totalnya sebanyak 1.200 personil yang terdiri dari Brimob Polda,Sabara Dalmas Polda,dan Dalmas Polres Kabupaten Kupang dan Dalmas Polres TTS.