Atasi Padam Akibat Petir, PLN NTT Datangkan Ahli dari ITB

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mengatasi persoalan padamnya listrik akibat petir, PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) segera mendatangkan ahli petir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kerja sama mengatasi gangguan kelistrikan akibat petir.

“Kami sudah koordinasi dengan ahli petir dari ITB Joko Darwanto, dan nantinya di awal tahun 2017 akan bekerja sama dengan PLN,” kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Richard Safkaur di Kupang, Senin (19/12/2016).

Menurut Richard, ahli yang akan didatangkan adalah Joko Darwanto, merupakan ahli petir yang menyelesaikan studi dokoral (S3) di Jerman khusus untuk petir. Selama ini, Joko merupakan satu-satunya ahli yang dipakai oleh PLN untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan akibat petir yang menimbulkan pemadaman.

“Kerja sama di daerah Jawa sudah berjalan, dan mau terjadi berapa kali petir pun listrik tetap aman,” katanya.

Richard mengatakan, potensi petir terutama di Pulau Timor cukup besar. Dengan kondisi daerah yang panas dan ketika mendadak terjadi hujan maka langsung menimbulkan petir.

Karena itu, pihak PLN, katanya, sudah membaca situasi tersebut dan sebelumnya sudah dilakukan simulasi sistem perlindungan dan analisa agar gangguan petir yang tidak bisa dihindari tersebut tidak berdampak pada pembangkit.

“Ada beberapa kejadian kemarin begitu terjadi mengakibatkan listrik padam tetapi di jaringan saja karena proteksi kami bekerja, pembangkit tetap beroperasi lalu perlahan dinormalkan kembali,” katanya.

Richard menyampaikan, dari sisi pasokan daya untuk kebutuhan listrik di Pulau Timor, ke depannya sudah bisa dipastikan memadai dengan adanya penambahan daya dari kapal pembangkit (marine vessel power plant) berkapasitas 60 MW.

Baca : Kapal Vessel Tiba, PLN Siap Terangi daratan Timor

Daya dari kapal pembangkit kapal asal Turki dengan cadangan daya 60 MW yang disewa PLN selama lima tahun itu, nantinya akan ditambah dengan pembangkit dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) IPP Bolok yang akan beroperasi sekitar Maret 2017 dengan kapasitas 16,5 x 2 MW.

“Di tahun 2017 daya kita akan bertambah sekitar 90 MW, di luar dari beban puncak kita saat ini sebesar 75 MW,” katanya.

Dia mengemukakan, dari sisi ketersediaan daya sudah memadai namun pihaknya yang masih perlu menyelesaikan pekerjaan mengatasi gangguan kelistrikan akibat petir.

Untuk itulah, kerja sama mendatangkan ahli petir dilakukan untuk mentransfer pengetahuan kepada teknisi-teknisi PLN sehingga selanjutnya akan dibuatkan system kerja.

“Awal tahun 2017 kita akan kerja sama untuk membuat sebuah proyek yang menghadirkan beliau untuk membantu melakukan pembenahan terhadap proteksi kami di sini,” katanya.

Richard menambahkan, yang paling utama adalah transfer pengetahuan kepada enginer-enginer muda PLN sehingga ke depannya bisa mengelolah potensi-potensi gangguan seperti ini dengan lebih baik lagi.