NTT Dibagi Dalam Tiga Tipe Iklim
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Walau secara umum iklim di Indonesia dibagi atas dua, tapi dari aspek tipe, iklim di NTT dibagi menjadi tiga yakni agak basah, kering, dan kering ekstrim.
Kepala Dinas Pertanian NTT, Anis Tay Ruba sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Selasa (21/8/2018).
Anis menyebutkan, tipe iklim agak basah terjadi di empat kabupaten di Pulau Flores yakni Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Tipe iklim kering terjadi pada lima kabupaten yakni Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata. Sedangkan tipe iklim kering ekstrim terjadi di Pulau Sumba dan Pulau Timor.
“Daerah- daerah yang memiliki tipe iklim kering ekstrim itu pada musim hujan masih bisa ditanam berbagai jenis tanaman,” sebut Anis.
Dia menyampaikan, selama ini arah kebijakan pembangunan pertanian difokuskan untuk lahan basah atau irigasi. Seiring dengan visi- misi gubernur terpilih periode 2018- 2023, kebijakan pembangunan pertanian diarahkan pada lahan kering.
“Untuk pengembangan pertanian lahan kering kepulauan ini, sedang dilakukan desain sesuai potensi tiap daerah,” katanya.
Pasalnya, menurut Anis, pengembangan model pertanian seperti itu sangat spesifik karena berpulau- pulau, berbukit dan bergelombang. Selain itu, lapisan tanah yang sangat tipis karena banyak lereng dan curah hujan yang sangat sedikit, terutama di Pulau Timor dan Sumba.
Anis mengungkapkan, pihaknya terus melakukan diversifikasi pangan dengan mendorong masyarakat untuk menanam kelor/ marungga di lereng, pagar dan pekarangan. Sehingga kebutuhan akan sayur lokal tetap tersedia. Saat ini juga sedang dilakukan identifikasi dan penjajakan lahan marginal untuk ditanam tanaman monikultur.
“Selain untuk konsumsi,
marungga juga dimanfaatkan untuk kepentingan gizi. Kita akan konsultasi dengan mitra untuk mengembangkan kelor/marungga agar bisa dijadikan bahan baku industri farmasi,” terang Anis.

