Walikota: Empat Reservoir Yang dibangun di Tahun 2017 Kapasitas Kecil
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengaku Pembangunan empat reservoir yang dilakukan pemerintah Kota Kupang, pada tahun 2017 dengan kapasitas panampungan sebanyak 100 meter kubik per-unit dinilai sangat kecil.
“Bahkan kalau bahasa orang kupang, reservoir yang dibangun “kali’u” atau sangat kecil untuk menampung air yang disuplai dari Bendungan Tilong untuk disalurkan kepada masyarakat Lewat PDAM Kota Kupang,” kata Walikota kepada wartawan dibalai Kota Kupang.
Walikota mengatakan, reservoir yang dibangun di Kelurahan Penfui, Naioni, Maulafa, dan Manulai, dengan ukuran 8X6 meter persegi dan mempunyai kapasitas tampungan air hanya 100 meter kubik dinilai sangat kecil, karena dengan kapasitas itu mungkin hanya bisa melayani puluhan langganan PDAM disekitar lokasi reservoir berada. Sedangkan warga yang posisinya berada jauh dari reservoir itu tidak mungkin mendapatkan air.
Baca juga : DPRD Kota Kupang Mempertanyakan Pembangunan Reservoir
“Dengan kondisi penyaluran yang bisa seminggu sekali ataupun dua kali seminggu, kondisi reservoir dengan ukuran seperti tidak bisa melayani banyak pelanggan. Bahkan dengan kapasitas misalnya 1000 kubik juga masih terasa kurang,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Jefri, ditahun-tahun mendatang, pemerintah Kota Kupang akan membangun reservoir dengan kapasitas daya tampung yang jauh lebih besar, agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh PDAM untuk melayani warga Kota Kupang, apalagi pemerintah terus berupaya melakukan kerjasama dengan pihak PDAM Kabupaten Kupang, dan Pihak BLUD/SPAM selaku pengelola bendungan Tilong.

