Indomobil eMotor Perkuat Layanan Purnajual, Bantuan Teknisi Bisa Datang ke Lokasi

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) terus memperkuat layanan purnajual bagi pengguna kendaraan listrik dengan menghadirkan Emergency Road Assistant (ERA), berupa layanan kunjungan teknisi ke lokasi bagi konsumen yang mengalami kondisi motor mati atau mogok.

Layanan ERA ini berlaku di area Jakarta dan menjadi salah satu bentuk komitmen Indomobil eMotor dalam memberikan kemudahan dan ketenangan bagi konsumen, khususnya ketika kendala kendaraan terjadi di tengah aktivitas sehari-hari dan kendaraan tidak dapat digunakan secara normal.

Layanan kunjungan berlaku untuk seluruh tipe motor Indomobil eMotor, termasuk Adora, Sprinto, Tyranno, QT, dan QT Pro. Konsumen di area Jakarta dapat mengajukan bantuan melalui Customer Service Indomobil eMotor di 14023, yang tersedia Senin hingga Sabtu, pukul 08.30–22.00 WIB.

Layanan ERA menjadi salah satu bentuk komitmen Indomobil eMotor dalam memberikan kemudahan dan ketenangan bagi konsumen, khususnya ketika kendala kendaraan terjadi di tengah aktivitas sehari-hari dan kendaraan tidak dapat digunakan secara normal.

“Bagi kami, pengalaman konsumen tidak berhenti ketika kendaraan dibeli. Layanan purnajual merupakan bagian penting dari perjalanan konsumen bersama Indomobil eMotor. Karena itu, kami menghadirkan layanan kunjungan agar konsumen memiliki akses bantuan ketika menghadapi kondisi motor mati atau mogok, dengan proses yang terverifikasi dan ditangani oleh teknisi,” ujar Pius Wirawan, CEO PT Indomobil Emotor Internasional.

Laporan Konsumen Diverifikasi Sebelum Teknisi Datang

Untuk mendapatkan layanan kunjungan, konsumen perlu memberikan sejumlah informasi kepada customer service, meliputi identitas, tipe kendaraan, lokasi kendaraan, serta kronologi kendala yang dialami.

Laporan tersebut kemudian akan melalui proses verifikasi oleh Customer Service dan teknisi ERA sebelum kunjungan dilakukan. Proses ini bertujuan untuk memastikan informasi mengenai kondisi kendaraan dan lokasi penanganan dapat dipahami terlebih dahulu oleh tim teknisi.

Setelah laporan terverifikasi, teknisi akan melakukan pemeriksaan di lokasi dan menentukan bentuk penanganan berdasarkan hasil diagnosis serta kondisi kendaraan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan ditangani dengan tepat dan sesuai dengan kondisi kendaraan. Karena itu, proses verifikasi menjadi bagian penting sebelum teknisi menuju lokasi. Dengan demikian, konsumen mendapatkan informasi dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan kendaraannya,” lanjut Pius.

Berlaku untuk Kondisi Motor Mati atau Mogok

Layanan kunjungan secara khusus ditujukan untuk mengatasi kendala yang menyebabkan kendaraan mati atau mogok. Penanganan yang dapat dilakukan di lokasi akan disesuaikan dengan hasil diagnosis teknisi.

Terdapat ketentuan khusus terkait kendala throttle gas. Untuk model Adora, Sprinto, QT, dan QT Pro, kendala throttle gas tidak termasuk dalam cakupan layanan kunjungan. Sementara itu untuk Tyranno, kendala throttle gas termasuk dalam layanan kunjungan.

Apabila kendaraan tidak memungkinkan untuk diperbaiki langsung di lokasi, tim Indomobil eMotor akan memberikan informasi mengenai penanganan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan teknisi.

Utamakan Keselamatan Konsumen dan Teknisi

Selain memastikan kendaraan mendapatkan penanganan yang tepat, aspek keselamatan juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan layanan kunjungan.

Kunjungan teknisi hanya dapat dilakukan apabila lokasi kendaraan aman dan dapat diakses oleh teknisi. Apabila kendaraan berada di lokasi yang berisiko, seperti area banjir, genangan air, tepi jurang, lokasi rawan longsor, atau kondisi berbahaya lainnya, konsumen disarankan untuk memindahkan kendaraan ke lokasi yang lebih aman terlebih dahulu sebelum penanganan dilakukan.

Waktu kedatangan teknisi juga dapat menyesuaikan diri dengan sejumlah kondisi di lapangan, termasuk lokasi kendaraan, ketersediaan teknisi, kondisi lalu lintas, cuaca, dan kondisi operasional lainnya.

“Keselamatan konsumen dan teknisi tetap menjadi prioritas. Kami tidak ingin proses bantuan justru dilakukan di lokasi yang berisiko. Karena itu, kami melakukan verifikasi terlebih dahulu dan memastikan penanganan dilakukan pada lokasi yang aman serta memungkinkan untuk diakses oleh teknisi,” jelas Pius.

Cara Mendapatkan Layanan Kunjungan Indomobil eMotor

Konsumen yang mengalami kondisi motor mati atau mogok dapat mengikuti tahapan berikut:

1. Hubungi Customer Service
Konsumen dapat menghubungi 14023 pada Senin–Sabtu pukul 08.30–22.00 WIB.

2. Sampaikan informasi kendaraan dan kendala
Konsumen memberikan identitas, tipe motor, lokasi kendaraan, serta kronologi kendala.

3. Proses verifikasi
Customer Service dan teknisi ERA melakukan verifikasi terhadap laporan dan kondisi kendaraan.

4. Kunjungan teknisi
Apabila memenuhi ketentuan layanan, teknisi akan menuju lokasi kendaraan untuk melakukan pemeriksaan.

5. Diagnosis dan penanganan
Teknisi melakukan diagnosis dan penanganan sesuai dengan kondisi kendaraan. Apabila kendaraan belum dapat diperbaiki di lokasi, konsumen akan mendapatkan informasi mengenai langkah penanganan selanjutnya.

Dengan layanan tersebut, Indomobil eMotor berupaya menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada akses layanan purnajual yang mudah, terarah, dan mendukung kebutuhan mobilitas konsumen.

Untuk informasi dan pengajuan layanan kunjungan, konsumen dapat menghubungi Customer Service Indomobil eMotor di 14023.***

Tentang Indomobil Emotor Internasional:

Indomobil Emotor Internasional menjadi bagian dari Indomobil Group yang secara khusus mengembangkan dan memasarkan kendaraan roda dua berbasis energi listrik.

Indomobil Emotor Internasional merupakan principal dari seluruh jenama Indomobil eMotor dan produk yang dipasarkan di wilayah Indonesia.

Indomobil Emotor Internasional berkomitmen untuk menghadirkan produk kendaraan bermotor dengan standar internasional sekaligus memenuhi kebutuhan berkendara masyarakat. Selain itu, mendukung penuh program pemerintah Indonesia terkait Zero Net Emission.